Soal Pertemuan Luhut dan Prabowo, Jokowi: Mereka Kawan Dekat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan di atas kapal perang KRI Imam Bonjol 383 di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. Berikut sejumlah penampilan Jokowi menggunakan jaket. Setpres

    Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan di atas kapal perang KRI Imam Bonjol 383 di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. Berikut sejumlah penampilan Jokowi menggunakan jaket. Setpres

    TEMPO.CO, Sukabumi - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menanggapi pertemuan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Jokowi, pertemuan keduanya merupakan hal biasa.

    Jokowi mengatakan Luhut dan Prabowo merupakan kawan dekat. "Jadi tiap hari ketemu mereka. Tiap Minggu pasti ketemu," ujarnya di Pesanggarahan Tenjoresmi, Sukabumi, Ahad, 8 April 2018.

    Baca: Bertemu Prabowo, Luhut Bahas Pilpres hingga Indonesia Bubar 2030

    Luhut dan Prabowo bertemu di sebuah restoran Jepang, Sumire, Hotel Grand Hyatt, Jakarta,  Jumat, 6 April 2018. Ketika dikonfirmasi apakah Jokowi menitipkan pesan untuk Prabowo, Jokowi tak menjawab. "Ya, tiap hari ketemu," katanya.

    Perihal pertemuan tersebut, Luhut sudah angkat bicara. Dia mengatakan pertemuan dengan Prabowo merupakan hal biasa lantaran sering terjadi.

    Baca: PKS Ingin Temui Prabowo untuk Bahas Pertemuan dengan Luhut

    Dalam pertemuan di restoran itu, Luhut menuturkan banyak hal lucu yang dibicarakan dengan Prabowo. Salah satunya soal pemilihan presiden (pilpres) 2019. Menurut Luhut, Prabowo masih menghitung dengan cermat kapan akan mendeklarasikan sebagai calon presiden.

    Selain soal pilpres, keduanya membahas novel Ghost Fleet, rujukan pidato Prabowo saat menyebut Indonesia akan bubar pada 2030. Luhut menganggap pernyataan Prabowo sebagai peringatan bagi pemerintah. Namun dia berpesan kepada Prabowo untuk optimistis menghadapi hari depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.