Nyak Sandang Pulang ke Aceh, Matanya Kini Bisa Melihat Lagi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nyak Sandang usai operasi katarak di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

    Nyak Sandang usai operasi katarak di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Nyak Sandang, warga Aceh yang menyumbang pembelian pesawat pertama Indonesia, pulang ke Aceh hari ini. Dia kembali ke tempat tinggalnya setelah sukses menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Setelah operasi, Nyak Sandang bisa melihat kembali. "Alhamdulillah sangat baik dan kedua matanya sudah mulai bisa melihat kembali walau belum sempurna, karena faktor umur," kata perwakilan keluarga Nyak Sandang, Maturidi saat dihubungi, Jumat, 6 April 2018.

    Baca: Nyak Sandang Ingin Lihat Jokowi yang Disebut Ganteng Banget

    Nyak Sandang, kata Maturidi, naik pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada pukul 12.00.

    "Terima kasih atas segala pelayanan yang sungguh luar biasa yang Nyak Sandang terima dari berbagai pihak dan teristimewa terima kasih Nyak Sandang kepada Bapak Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)," kata Maturidi.

    Nyak Sandang menjalani operasi pada Rabu, 28 Maret 2018 pukul 08.30-09.00. Tim dokter dari Kepresidenan, Tjahjono D. Gondhowiardjo ikut bergabung dengan tim medis yang dipimpin Kepala Departemen Mata RSPAD Gatot Subroto dokter Subandono Bambang Indrasto, saat operasi berlangsung. Lima hari setelah operasi, pelindung mata yang dipasang pada mata Nyak Sandang dilepas.

    Baca: Masa Rawat Nyak Sandang Diperpanjang Seusai Operasi

    Maturidi mewakili Nyak Sandang dan keluarga juga menyampaikan permintaan maaf. "Kami sekeluarga mohon diri dan mohon maaf atas tindak tanduk kami yang kurang berkenan, maklum kami orang kampung," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.