Yasonna dan Ryamizard Luncurkan Kegiatan Bela Negara di Lapas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly (ketiga kiri) dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (ketiga kanan) bersama para jaajaran lapas saat  saat launching buku pedoman dan Pembinaan bela negara di lapas Cipinang Jakarta, 29 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly (ketiga kiri) dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (ketiga kanan) bersama para jaajaran lapas saat saat launching buku pedoman dan Pembinaan bela negara di lapas Cipinang Jakarta, 29 Maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meluncurkan kegiatan pembinaan kesadaran bela negara bagi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 29 Maret 2018. Peluncuran ditandai dengan pemberian buku panduan bela negara oleh dua menteri tersebut.

    Yasonna mengatakan, kegiatan kerja sama dengan Kementerian Pertahanan itu wajib diikuti warga binaan. "Bela negara kan bukan hanya tugas TNI, Polri, tapi segenap masyarakat Indonesia termasuk warga binaan di sini," kata Yasonna.

    Baca: Menteri Ryamizard Ryacudu Sosialisi Bela Negara Lewat Lomba Lari

    Warga binaan, kata Yasonna, akan dibina rasa kebangsaan dan persatuannya agar mereka memperbaiki diri. Harapannya, dia melanjutkan, ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat, mereka dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara. "Jadi panduan itu memperkuat ketahanan ideologinya, memahami Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa, memahami bangsa kita negara majemuk," ujarnya.

    Ryamizard mengungkapkan, esensi bela negara ialah untuk memiliki kesadaran sikap dan perilaku cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara. Menurut dia, perang ke depannya bukan lagi dengan senjata dan fisik tapi merusak ideologi. Sebab, ideologi adalah pemersatu bangsa sehingga kesaktian Pancasila perlu ditanamkan.

    Ancaman nyata lainnya, kata Ryamizard, adalah adanya keberadaan teroris, pencurian sumber daya alam, perdagangan narkoba, manusia, cyber, dan penyakit. Namun, kata dia, terorisme tidak bisa dihadapi dengan senjata. "Harus dihadapi dengan pertahanan sipil. Maka penting bela negara," kata Ryamizard.

    Baca: Wiranto Minta Mayjen Doni Monardo Menata Konsep Bela Negara

    Dia juga menegaskan bahwa orang yang tidak mau menerima Pancasila, sebaiknya keluar dari Indonesia. Sebab, kata Ryamizard, berbahaya bila ada orang yang membelot dari Pancasila. "Komunis bisa hidup di Rusia, Cina, Korea Utara. Tapi tidak akan bisa hidup di sini. Enggak usah ngata-ngatain (ideologi lain) jelek atau apa. Kita tetap pegang keyakinan kita, Pancasila," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.