Kasus Suap Wali Kota Malang, KPK Tahan 5 Anggota DPRD

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 27 Maret 2018. Moch Anton yang juga merupakan calon Wali Kota Malang pada Pilkada 2018 itu ditahan KPK sebgai tersangka pemberi suap kepada anggota DPRD Kota Malang terkait pembahasan APBD-P TA 2015. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 27 Maret 2018. Moch Anton yang juga merupakan calon Wali Kota Malang pada Pilkada 2018 itu ditahan KPK sebgai tersangka pemberi suap kepada anggota DPRD Kota Malang terkait pembahasan APBD-P TA 2015. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua Wakil Ketua DPRD Malang dan tiga anggotanya terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015 yang melibatkan Wali Kota Malang nonaktif Mochamad Anton.

    "Ditahan untuk 20 hari pertama," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya pada Rabu, 28 Maret 2018.

    Lima orang yang ditahan ialah Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin dan Wiwik Hendri Astuti, serta tiga anggota DPRD yakni Salamet, Mohan Katelu, dan Suprapto. Mereka ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka hari ini. Selepas diperiksa di Gedung KPK tak satu pun di antara mereka yang mau berkomentar.

    Baca: Wali Kota Malang Mochammad Anton Ditahan KPK

    Febri mengatakan sebenarnya penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap satu tersangka lainnya, yaitu Sahrawi. Namun anggota DPRD itu tak memenuhi panggilan KPK.

    Menurut Febri, kelima orang itu akan ditahan di tempat berbeda, yaitu di Rutan Polres Jakarta Selatan dan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK.

    KPK sebelumnya menetapkan Wali Kota Malang nonaktif Mochammad Anton sebagai tersangka suap terkait langkah memuluskan pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015. Selain Anton, KPK menetapkan 18 anggota DPRD Malang sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

    Baca: KPK Tahan Calon Wali Kota Malang Inkumben, Pendukung Aksi Simpati

    Penetapan terhadap mereka merupakan pengembangan dari kasus suap yang telah menjerat Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono. Kasus ini bermula dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Jarot Edy Sulistyono yang memberikan uang Rp 700 juta kepada Arief.

    Arief kemudian memberikan sebagian dari uang tersebut yakni Rp 600 juta kepada Wali Kota Malang Anton. Kemudian Anton membagikannya kepada 18 anggota DPRD yang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.