Djoko Santoso Sebut Cawapres Prabowo Idealnya dari Sipil

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn), Djoko Santoso. ANTARA FOTO/R.Sukendi

    Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn), Djoko Santoso. ANTARA FOTO/R.Sukendi

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra akan mendeklarasikan dukungannya terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pilpres 2019 pada April mendatang. Akan tetapi, hingga saat ini, Gerindra belum menentukan calon wakil presiden untuk Prabowo.

    Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Djoko Santoso mengatakan banyak yang melamar sebagai cawapres Prabowo. Tetapi, dari nama yang ada, Gerindra belum mengerucutkan dari kalangan mana wakil Prabowo nanti.

    Baca: Gerindra Deklarasikan Prabowo dan Umumkan Cawapres di Rakornas

    Menurut dia, calon ideal pasangan Prabowo bukan dari kalangan militer. "Idealnya sipil," kata Panglima TNI pada 28 Desember 2007-28 September 2010 itu saat ditemui depan kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Senin malam, 26 Maret 2018.

    Gerindra, kata Djoko, menyerahkan keputusan menentukan cawapres kepada Prabowo. "Itu tergantung Pak Prabowo," ujarnya.

    Sejumlah petinggi Partai Gerindra mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 26 Maret 2018. Di rumah Ketua Umum Gerindra digelar acara syukuran Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani yang baru saja dilantik sebagai wakil ketua MPR dan Edi Prabowo menjadi ketua fraksi Gerindra.

    Baca: Soal Prabowo 2 Kali Kalah Pilpres, Habiburokhman Ingat PM Inggris

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, menghadiri acara di rumah Prabowo tersebut. Selain itu, Desmond Mahesa dan Rahmawati Soekarnoputri juga hadir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.