Soal Prabowo 2 Kali Kalah Pilpres, Habiburokhman Ingat PM Inggris

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman usai memberikan tumpeng di balaikota DKI Jakarta. TEMPO/Larissa Huda

    Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman usai memberikan tumpeng di balaikota DKI Jakarta. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Habiburokhman menuturkan partainya tetap percaya diri memajukan Prabowo Subianto (Prabowo) sebagai calon presiden 2019 kendati sang ketua umum sudah dua kali kalah dalam Pilpres sebelumnya.

    "Soal pandangan bahwa Prabowo sudah dua kali kalah pilpres lantas peluangnya mengecil, dalam politik tak ada pola out," ujar dia di Jakarta, Ahad, 25 Maret 2018.

    Baca juga: Gerindra Deklarasikan Prabowo dan Umumkan Cawapres di Rakornas

    Habiburokhman lantas merujuk pada kisah kontes politik di Inggris. Di sana, kata dia, pernah terjadi persaingan ketat antara Tony Blair dan Gordon Brown untuk menjadi Ketua Partai Buruh, untuk selanjutnya menjadi Perdana Menteri.

    Persaingan sengit itu lantas dimenangkan oleh Blair yang kemudian menjadi Perdana Menteri Inggris selama dua periode. "Namun, kemudian Gordon Brown juga bisa jadi Perdana Menteri," ujar dia.

    Mantap dengan keyakinannya, Habiburokhman pun mengatakan bahwa saat ini Prabowo tengah berada dalam kondisi paling sehat selama sepuluh tahun terakhir. "Kemarin hasil medical chek-up Pak Prabowo terbaik dalam 10 tahun terakhir."

    Partai Gerindra direncanakan bakal mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Gerindra pada 5-6 April mendatang. Deklarasi itu, kata Habiburokhman, juga bakal dilaksanakan bersama dengan pengumuman nama Calon Wapres yang mendampingi Prabowo.

    Habiburokhman yakin Prabowo bisa bersaing melawan Presiden Joko Widodo. Alasannya, menurut dia, sebagai inkumben Jokowi tak hanya berhadapan dengan calon lainnya, melainkan juga kinerjanya sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.