Gerindra Deklarasikan Prabowo dan Umumkan Cawapres di Rakornas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Gerindra Bidang Hukum Habiburokhman mengatakan deklarasi pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden bakal dideklarasikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Gerindra pada 5-6 April mendatang.

    "Kemungkinan dideklarasikan di Rakornas," kata Habiburokhman di Jakarta pada Ahad, 25 Maret 2018.

    Baca: Soal Deklarasi Capres, Prabowo: Nanti, Kita Lihat Dukungan

    Partai Gerindra memastikan untuk kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden meski belum resmi mengumumkannya ke publik. Sejauh ini, Gerindra akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera untuk mengusung calon penantang Joko Widodo tersebut.

    Deklarasi Prabowo, kata Habiburokhman, bakal dilaksanakan bersama dengan pengumuman nama calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo. Namun ia mengatakan nama pendamping mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu masih dibahas. "Kami selalu menghargai aspirasi dari rekan-rekan koalisi. Jadi putusannya bukan di Pak Prabowo dan Gerindra," ujarnya.

    Baca: Soal Pidato Indonesia Bubar 2030, Prabowo: Ini untuk Kita Waspada

    Saat ini, menurut dia, sudah beredar banyak nama negarawan yang bagus untuk mendampingi Prabowo. Habiburokhman mengatakan sang ketua umum tak ada masalah apabila disandingkan dengan nama-nama tersebut.

    "Seperti Pak Gatot, AHY, TGB (Tuan Guru Bajang), Zulkifli Hasan, Cak Imin. Saya pikir Pak Prabowo mudah beradaptasi dengan nama itu," kata dia. "Kami tidak ada latar belakang konflik, sehingga mulus lah. Tapi kami kembalikan ke mekanisme koalisi."

    Adapun hal yang menjadi pertimbangan, kata Habiburokhman, antara lain hitung-hitungan elektoral. Misalnya apakah memajukan militer-sipil atau militer-militer. Dia memastikan bahwa dalam deklarasi nanti, nama cawapres Prabowo itu sudah ada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa