Kembali ke Golkar, Yuddy Chrisnandi Masuk Struktur Dewan Pakar

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi melakukan diskusi saat berkunjung ke kantor Tempo, Jakarta, 19 Juni 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi melakukan diskusi saat berkunjung ke kantor Tempo, Jakarta, 19 Juni 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono membenarkan kabar kembalinya Yuddy Chrisnandi ke partai politik yang diketuai Airlangga Hartarto itu. Agung berujar Yuddy telah menempati jabatan sebagai anggota Dewan Pakar Partai Golkar.

    “Betul, sudah masuk dewan pakar. SK-nya sudah saya terima seminggu lalu. Dulu dia di Golkar, melanglang buana dan kembali ke Golkar,” kata Agung di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.

    Baca: Survei Charta Politika: Elektabilitas Partai Golkar Bakal Stagnan

    Sebelumnya, Yuddy mengungkapkan rencananya untuk kembali ke Partai Golkar. Dipilihnya Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Golkar menjadi alasan Yuddy kembali ke kandang setelah sekitar tiga tahun berkiprah di Partai Hanura. Ia menjadi anggota Hanura non-aktif sebelum kembali ke Golkar.

    Yuddy sempat dipercaya menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, ia digantikan oleh wakil dari Partai Amanat Nasional, Asman Abnur, pada 2016.

    Simak: Priyo Budi Dipinang Tommy Soeharto, Golkar: Itu Biasa

    Tak lagi jadi menteri, nama Yuddy sempat tenggelam. Namanya mulai naik lagi ke permukaan setelah Presiden Jokowi memberikan penugasan dan dilantik sebagai Duta Besar untuk Ukraina pada 13 Maret 2017.

    Yuddy pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakay (DPR) dari Partai Golkar  periode 2004-2009. Setelah itu, ia hijrah ke Partai Hanura dan menjadi anggota DPR untuk periode 2009-2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.