Nama-nama ini Dibahas Gerindra untuk Jadi Cawapres Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani saat berpidato pada perayaan puncak hari ulang tahun Gerindra ke-10 di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Timur. Ahad, 11 Marer 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani saat berpidato pada perayaan puncak hari ulang tahun Gerindra ke-10 di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Timur. Ahad, 11 Marer 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra tengah membahas 15 nama yang bakal menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam pilpres 2019.

    "Saat ini masih kita godok nama-nama cawapres tersebut," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade pada Senin, 19 Maret 2018.

    Baca: Gerindra: Prabowo Jawab Dukungan Jadi Capres pada Awal April

    Prabowo Subianto belum secara resmi dideklarasikan untuk maju sebagai capres. Namun Andre memastikan ketua umumnya itu akan maju. Deklarasi dukungan terhadap Prabowo sebagai capres direncanakan pada awal April 2018.

    Andre pun menyebutkan sejumlah tokoh yang masuk bursa cawapres Prabowo. Mereka diantaranya adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Gubernur Nusa Tenggara Barat M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

    Baca: Masuk Radar Gerindra, Gatot Nurmantyo Sudah Bertemu Prabowo

    Ia pun menyebutkan sejumlah tokoh tersebut telah bertemu dengan Prabowo. "Pak Gatot sudah bertemu Pak Prabowo. Pak Gatot sudah masuk radar kami, " kata Andre.

    Andre memprediksi figur cawapres akan menguat bila Prabowo sudah mendeklarasikan diri. "Nama cawapres ini nanti akan dibahas lagi dengan kepastian koalisi. Sejauh ini, kemungkinan besar Gerindra sama PKS lagi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.