Titiek Soeharto dan Tudingan Kebangkitan Politik Keluarga Cendana

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siti Hedijati alias Titiek Soeharto. TEMPO/ Tommy Satria

    Siti Hedijati alias Titiek Soeharto. TEMPO/ Tommy Satria

    TEMPO.CO, Jakarta - Siti Hediati Hariyadi atau biasa disapa Titiek Soeharto menepis rangkaian kegiatan Bulan Soeharto yang digelar sejak 1 Maret 2018 merupakan jalan untuk kebangkitan politik keluarga Cendana.

    "Ini tidak ada urusan kebangkitan politik keluarga kami, kami selamanya selalu konsen pada kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Titiek Soeharto di sela perayaan puncak Bulan Soeharto di TMII, Jakarta, Minggu 11 Maret 2018.

    BACA: Ketika Cendana Merayakan Bulan Soeharto untuk Indonesia

    Titiek Soeharto mengatakan di mana pun dan kapan pun, keluarga besar Soeharto selalu berusaha meneruskan cita-cita Presiden kedua RI itu untuk menyejahterakan rakyat. Titiek juga membantah soal masuknya adiknya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dalam partai baru peserta pemilu 2019 Partai Berkarya adalah awal kebangkitan keluarga Cendana.

    BACA: Dikabarkan Jadi Wakil Ketua MPR, Titiek Soeharto: InsyaAllah Siap

    "Jadi bukan berarti bahwa sekarang ada partai, perasaan dari kemarin ada partai Bu Tutut (Siti Hadijanti Rukmana), semuanya tujuannya sama," kata Titiek yang juga putri keempat Soeharto.

    Titiek juga tidak mempersoalkan perbedaan partai antara dirinya dan Tommy karena menurut dia, semua partai memiliki tujuan yang sama untuk kesejahteraan rakyat.

    Adanya Partai Berkarya yang baru saja diketuai Tommy, diyakininya juga tidak akan menggerus suara Partai Golkar. Titiek menyerahkan pada masyarakat untuk memilih siapa yang terbaik untuk bangsa dalam Pemilu 2019.

    BACA: Partai Berkarya Akan Usung Tommy Soeharto Jadi Penantang Jokowi

    Sementara untuk wacana majunya Tommy Soeharto sebagai calon presiden yang diusulkan Partai Berkarya, Titiek menilai hal tersebut tidak dapat dilakukan karena waktu pendaftaran sudah dekat.

    "Bulan September sudah dekat, mana mungkin dalam waktu yang sesingkat ini bisa memasukkan calon yang belum disosialisasikan di masyarakat," ucap Titiek Soeharto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.