Abraham Samad Desak Jokowi Segera Bentuk TGPF Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua KPK Abraham Samad bersama mantan wakil ketua KPK Busro Muqoddas, menjadi narasumber dalam Diklat dan Sertifikasi Penyuluhan Antikorupsi, di gedung KPK, Jakarta, 27 November 2017. Pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan penyuluhan Anti Korupsi kepada perwakilan instansi dan lembaga Negara sebagai pembekalan untuk memahami bahaya korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Ketua KPK Abraham Samad bersama mantan wakil ketua KPK Busro Muqoddas, menjadi narasumber dalam Diklat dan Sertifikasi Penyuluhan Antikorupsi, di gedung KPK, Jakarta, 27 November 2017. Pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan penyuluhan Anti Korupsi kepada perwakilan instansi dan lembaga Negara sebagai pembekalan untuk memahami bahaya korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua KPK Abraham Samad berharap Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta atau TGPF kasus penyerangan Novel Baswedan. Menurut Samad, tim gabungan ini akan membantu polisi mengungkap penyerang Novel Baswedan.

    “Sebenarnya enggak apa-apa polisi juga bekerja, tapi dibutuhkan tim gabungan ini untuk pencari fakta,” kata Abraham Samad di Makassar, Kamis 1 Maret 2018.

    Baca juga: Soal TGPF, Novel Baswedan Serahkan pada Presiden Jokowi

    Menurut Samad, tim gabungan ini bisa membantu kerja polisi. Karena tim itu dibuat untuk melakukan analisis mencari fakta dan bukti-bukti agar kasus yang menimpa Novel Baswedan bisa cepat terungkap.

    “Jadi, tim itu dibuat membantu kepolisian untuk melakukan analisis mencari fakta-fakta, bukti-bukti, supaya kasus yang mnimpa Novel bisa terungkap secara cepat,” ucap Abraham.

    Apalagi, kata Samad, polisi memiliki tugas yang banyak bukan hanya menangani kasus Novel Baswedan saja. Sehingga harus dibentuk tim khusus untuk membantu kepolisian.

    Baca juga: Novel Baswedan: Setelah Operasi Tahap Dua Mata Saya Berwarna Pink

    “Kita tahu kasus yang ditangani polisi banyak. Karena sudah terlalu banyak tugasnya maka dibentuk tim khsusus, itulah TGPF yang tugasnya untuk mengungkap peristiwa Novel.”

    Sedangkan terkait orang-orang dalam TGPF, Samad mengaku dirinya menyerahkan sepenuhnya ke Presiden Jokowi dan KPK. “Terserah KPK dan presiden yang putuskan siapa orangnya atau personelnya. Yang penting ada keinginan membentuk itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.