Menteri Rudiantara: Kabarkan Hoax Sama dengan Fitnah Berjamaah

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditemui sehabis mensalati jenazah mantan Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, 4 Februari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditemui sehabis mensalati jenazah mantan Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, 4 Februari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - - Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengingatkan soal penyebaran informasi atau berita bohong yang kini kian merajalela. Menurut Rudiantara, menyebarkan informasi, konten yang tidak benar atau hoax dengan mengirimkan ke media sosial secara berantai itu merupakan perbuatan fitnah berjamaah.

    Penegasan itu disampaikan Rudiantara saat meresmikan Grha Suara Muhammadiyah di Yogyakarta, Minggu 25 Februari 2018. Rudiantara hadir bersama sejumlah tokoh dalam peresmian gedung Muhammadiyah itu.

    Menurut Rudiantara, dirinya selalu menyampaikan kepada khalayak mengapa harus membuang pulsa dengan mengirimkan informasi atau pesan yang belum jelas kebenarannya ke media sosial begitu menerima informasi itu.

    "Kalau di agama Islam bila info itu benar, tetapi orang tidak suka, jadi tidak mendapatkan pahala," kata Rudiantara.

    Baca: 
    Polri Kantongi Nama Penyebar Hoax Soal Serangan ke Tokoh Agama ...
    Polisi: Heboh Orang Gila Serang Ulama di Bekasi ...

    " Apalagi kalau informasi itu tidak benar atau hoax kita kirim ke mana-mana dan dikirim lagi, itu fitnah berjamaah, karena saking banyaknya," katanya.

    Rudiantara meminta semua masyarakat pengguna media sosial harus lebih cerdas dalam menanggapi adanya informasi  hoax yang beredar di media sosial. Setidaknya, kata Rudi, tidak mengirimkan ke yang lain atau tidak menjadi yang pertama mengirim informasi itu.

    Ia juga meminta publik cerdas. Jika dulu orang menelpon maka yang meneleponlah yang dibebani pembayaran. Sedangkan sekarang, jaman pembayaran dengan paket data, orang yang menyebar dan menerima informasi melalui media sosial sama sama harus membayar.

    "Jadi untuk apa buang pulsa, beda dengan dulu kalau yang telpon itu bayar, yang terima tidak bayar, tapi sekarang di medsos dengan data, yang mengirim bayar, menerima bayar, jadi bila kita menerima sesuatu yang tidak benar, sudah rugi pulsa, rugi pula informasi," katanya.

    BACA: Hoax Ulama Diserang Orang Gila, Belasan Tersangka Wajib Lapor

    Rudiantara pun berharap Muhammadyah melalui media Suara Muhammadiyah yang sudah berumur 103 tahun, tidak hanya bergerak dalam bidang cetak. Melainkan juga media online aktif agar turut menyuarakan kebenaran dan membendung berita hoax yang membodohi publik.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.