Banjir Kepung Bandung Akibat Hujan Deras

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak menuruni tangga rumah saat banjir dan sampah Sungai Citarum menggenangi  Kampung Leuwibandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 28 November 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang anak menuruni tangga rumah saat banjir dan sampah Sungai Citarum menggenangi Kampung Leuwibandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 28 November 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis sore, 22 Februari 2018, hingga tengah malam membuat beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat, dikepung banjir.

    Juru Bicara Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarnahor mengatakan, saat ini tim SAR tengah melakukan pendataan mengenai jumlah rumah serta warga yang terdampak banjir. "Satu tim kantor SAR Bandung melakukan assesment sekaligus evakuasi warga yang terkena dampak banjir di wilayah Bandung dan sekitarnya," katanya melalui pesan singkat, Jumat.

    Baca juga: Banjir di Kabupaten Bandung, 1.500 Rumah

    Beberapa ruas jalan, seperti Jalan Soekarno Hatta, Caringin, Kopo, Antapani, Pasir Koja, Leuwi Panjang, Pagarsih, Cibaduyut, serta beberapa daerah lainnya dilaporkan banjir dengan ketinggian bervariasi. Pada sebagian tempat mencapai ketinggian sebetis orang dewasa.

    Sejumlah pengendara terpaksa menghentikan laju kendaraannya dan memilih berteduh menunggu sampai banjir surut.

    Banjir tidak hanya melanda Kota Bandung, wilayah Kabupaten Bandung seperti di Majalaya, Bojongsoang, Andir, serta Baleendah juga terendam akibat luapan Sungai Citarum yang terus meningkat.

    Sementara arus lalu lintas dari Bandung-Rancaekek tepatnya di sekitar kawasan Kahatex dilaporkan lumpuh akibat banjir Bandung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.