Hadapi SBY, Firman Wijaya Didampingi 400 Advokat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. Firman Wijaya dilaporkan karena menyebut nama SBY sebagai aktor besar di balik proyek e-KTP. TEMPO/Ilham Fikri

    Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. Firman Wijaya dilaporkan karena menyebut nama SBY sebagai aktor besar di balik proyek e-KTP. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator tim Advokasi untuk Kehormatan Profesi, Juniver Girsang, mengatakan sekitar 400 orang advokat siap memberikan pembelaan bagi pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, dalam kasusnya dengan mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

    "Sampai saat ini sekitar 400 orang advokat sudah bergabung dengan tim untuk mendampingi Firman," ujar Juniver di kantor Sekretariat LMPP Building, Jakarta, pada Selasa, 20 Februari 2018.

    Baca: 3 Elemen Partai Demokrat Laporkan Advokat Firman Wijaya ke Polisi

    Menurut Juniver, dukungan tersebut diberikan oleh para advokat dari berbagai daerah. Mereka pun sudah memberikan tanda tangannya untuk dukungan tersebut. Untuk membuktikan, Juniver menunjukkan lembaran tanda tangan yang ia maksud.

    Konflik antara SBY dan Firman muncul seusai Mirwan Amir bersaksi di persidangan Setya Novanto pada 25 Januari 2018. Mirwan mengaku pernah menyarankan SBY menghentikan proyek e-KTP karena bermasalah. Namun, SBY menanggapinya dengan menyatakan bahwa proyek itu harus berjalan.

    Selain itu, nama SBY dan Partai Demokrat disebut oleh Firman Wijaya dalam pernyataan bahwa proyek e-KTP dikuasai oleh Partai Pemenang Pemilu 2009-2014. Tak terima namanya disebut, SBY melaporkan Firman Wijaya ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik pada 6 Februari 2018.

    Baca: Pemilu 2019, SBY dan Demokrat Kian Sulit Bikin Poros Mandiri

    Juniver menyebut langkah SBY terlalu reaktif dan dianggap melecehkan marwah profesi advokat. Soalnya, apa yang dikatakan Firman dalam sidang tersebut adalah sebuah upaya mencari kebenaran materiil sesuai tugasnya sebagai advokat.

    Ia juga mengatakan sebagai advokat, Firman memiliki imunitas selama menjalani tugas baik di dalam maupun di luar pengadilan. Sehingga, dia tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana.

    Hal itu, kata Juniver ditegaskan dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. "Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawab dalam sidang dengan tetap berpegang pada kode etik dan peraturan perundangan," kata Juniver.

    Dengan begitu, Juniver pun mengatakan saat ini tim sedang merumuskan langkah yang tepat untuk menghadapi pelaporan SBY terhadap Firman Wijaya. Namun, ia masih enggan menyebut langkah yang dimaksud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.