Polda Jatim Bantah Kiai Hakam Mubarok di Lamongan Diserang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukkan bukti video kekerasan. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukkan bukti video kekerasan. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Komisaris Besar Frans Barung Mangera menegaskan tak ada penyerangan terhadap KH Hakam Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren Karangasem, Paciran, Lamongan, oleh orang yang diduga gila pada Ahad, 18 Februari 2018.
     
    "Yang bersangkutan tidak diserang. Yang bersangkutan justru ingin memindahkan pelaku," kata Frans kepada wartawan, Senin, 19 Februari 2018.

    Baca juga: Romo Prier, Ahli Musik Liturgi yang Diserang di Gereja St Lidwina 

    Barung mengatakan kejadian tersebut bermula ketika KH Hakam meminta pelaku pindah dari pendopo pesantren karena mengotori tempat tersebut dengan makanan yang dibawa. Kiai Hakam sempat menarik sarung yang dikenakan pelaku. 
     
    Namun, kata dia, pelaku justru menantang duel Kiai Hakam. Pelaku lalu mengejar sang kiai sebelum kemudian sang kiai terjatuh. Mengetahui kiainya dikejar, santri dan warga setempat menangkap pelaku dan membawanya ke polsek setempat.
     
    Barung mengatakan, untuk memastikan kondisi fisik dan psikis pelaku, Polda hari ini telah membawa pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa itu ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. "Polda Jatim akan melakukan pemeriksaan intensif."
     
    Sebelumnya, kabar penyerangan pengasuh Ponpes Karangasem ini viral di media sosial dan aplikasi perpesanan WhatsApp. Kabar itu sekaligus menambah daftar penyerangan terhadap pemuka agama dan tempat ibadah yang terjadi akhir-akhir ini.
     
    Sebelum kejadian yang kini ditangani Polda Jatim tersebut, seorang yang diduga gila dikabarkan merusak kaca masjid di Kabupaten Tuban1. Pelakunya, Ahmad Falih, belakangan diketahui mengidap penyakit skizofrenia paranoid atau merasa jiwanya terancam dan terus diawasi.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.