Nomor Urut Partai Golkar 4, Setya Novanto: Hokinya Bagus

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah ketua Umum partai Politik berfoto bersama ketua KPU usai menerima nomor urut partai  di KPU, Jakarta, 18 Februari 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah ketua Umum partai Politik berfoto bersama ketua KPU usai menerima nomor urut partai di KPU, Jakarta, 18 Februari 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, JakartaPartai Golkar akan mengikuti Pemilu 2019 dengan nomor urut 4. Nomor ini didapat dari hasil pengundian yang dilakukan di Komisi Pemilihan Umum, Ahad 18 Februari 2018 malam. Mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto turut mengomentari nomor urut yang didapat Golkar.

    Menurut Setya Novanto angka empat adalah angka bagus. "Biasanya kalau nomer empat selalu hokinya bagus," kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 19 Februari 2018.

    Baca juga: Golkar Kumpulkan Calon Peserta Pilkada untuk Melarang Korupsi

    Setya mengaku memiliki banyak pengalaman baik dengan angka empat. Namun, ia tak meyebutkan contoh pengalamannya itu. Namun bagi mereka yang percaya fengshui, angka 4 banyak diidentikkan dengan angka mati. Karena itu banyak gedung-gedung yang tak menyematkan angka 4 pada lantai mereka.

    Namun Setya Novanto tak mau menanggapi mitos tentang angka 4 itu. "Buat saya itu angka yang bagus ya. Saya pernah punya mobil angka 44 bagus itu," ujar Setya Novanto di sela menjalani sidang sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

    Baca juga: Airlangga Hartarto: Golkar Terbuka jika Fahri Hamzah Ingin Gabung

    Sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan angka 4 yang didapat Partai Golkar sama dengan 4 pilar Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Angka 4 juga dekat dengan tujuan Golkar yaitu, sukses Pileg, sukses Pilpres, sukses Pilkada, dan sukses menuju Indonesia sejahtera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.