Cerita Setya Novanto Kirim Pesan Antikorupsi untuk Kader Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Lani Diana

    Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto mengisahkan, saat masih menjadi Ketua Umum, ia pernah menyampaikan agar kader Golkar tak terlibat korupsi. Apalagi, kata Setya Novanto, menjelang Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada.

    "Saya keliling di 253 provinsi dan kabupaten dan udah selalu bicarakan dekat pilkada hati-hati," kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Februari 2018.

    Setya menyatakan, partainya telah mengimbau para politikus untuk menjauh dari suap atau korupsi. Ia pun meminta agar kader Partai Golkar tak ikut-ikut dalam masalah, seperti perizinan atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Baca juga: Ini Rentetan Peristiwa yang Terjadi setelah Setya Novanto Ditahan

    Sebelumnya, beberapa kader Golkar masuk dalam daftar tersangka korupsi. Misalnya yang terjadi belakangan ini adalah penangkapan Bupati Jombang sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharli Wihandoko pada Sabtu malam, 3 Februari 2018.

    Nyono terkena operasi tangkap tangan (OTT) bersama seorang ajudannya. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan diduga menerima sejumlah uang yang berhubungan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.

    Selain Nyono, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menangkap Bupati Subang Imas Aryumningsih pada Selasa malam hingga Rabu dinihari, 13-14 Februari 2018. KPK pun menetapkan Imas tersangka dugaan menerima suap terkait perizinan pembangunan pabrik di Subang pada Rabu, 14 Februari 2018. Imas adalah salah satu politikus dari Partai Golkar.

    Di hari yang sama, KPK mengumumkan penetapan tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, dalam kasus korupsi proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut atau Bakamla.

    Baca juga: Setya Novanto Kapok Buka Buku Hitamnya

    KPK juga telah menahan Bupati Kukar Rita Widyasari yang juga kader Golkar, dalam dugaan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Kepala daerah lain dari Partai Golkar yang ditangkap tangan KPK, di antaranya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, dan Wali Kota Tegal Siti Masitha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.