Akun Twitter Disalahgunakan, SBY Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. SBY didampingi  Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. TEMPO/Ilham Fikri

    Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. SBY didampingi Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan bahwa akun Twitter miliknya telah dipalsukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan SBY melalui unggahan video di akun Twitter miliknya @SBYudhoyono pada 12 Februari 2018.

    "Saat ini beredar akun Twitter saya yang di palsukan," kata SBY dalam video yang dikutip Tempo pada Rabu, 14 Februari 2018.

    Bukti pemalsuan yang dimaksud SBY ditunjukkan dalam video itu. Sebuah kertas hasil print bertuliskan nama akun Twitternya menulis cuitan sebagai berikut:

    Baca: Isi Surat Anas Urbaningrum Bantah Pemufakatan Jahat untuk SBY

    "Saya tidak akan tinggal diam @Jokowi, saya akan bongkar siapa anda dan Megawati sesungguhnya. Ayo muslim sejati kita tunjukkan niat kita *SBY*,".

    SBY mengatakan, kasus tersebut bukanlah yang pertama terjadi. Dia mengatakan, pada tahun 2017, kejadian yang sama pernah terjadi. Akunnya dipalsukan dengan sesuatu yang menyerang Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

    Baca: Disebut Fitnah SBY, Anas: Saya Tak Makan Bangkai Saudara Sendiri

    Ketua Umum Partai Demokrat itu kemudian berujar bahwa melakukan hal-hal seperti itu bukan karakter dan kepribadiannya. SBY berharap agar siapapun yang menemukan hal serupa dapat melapor kepadanya.

    Selain itu, SBY berharap kepada pihak yang berwajib untuk melakukan tindakan hukum. "Karena ini boleh dikatakan pembusukan terhadap saya dan juga mengadu domba antara Presiden Jokowi dan dengan Ibu Megawati," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.