Viral Perempuan berhijab di Gereja Sleman, Ini Kesehariannya

Polisi sedang melakukan olah TKP di Gereja St Lidwina Bedog, Sleman Yogyakarta pasca-penyerangan oleh seorang pria bersamurai. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Jirhas Ranie, 30 tahun, menjadi perbincangan di media sosial karena fotonya yang sedang membersihkan Gereja Santa Lidwina Sleman pascapenyerangan gereja, Ahad, 11 Februari 2018, viral. Siapa Ranie? Ranie adalah ibu rumah tangga.

Selain mengurus pekerjaan rumah tangga, istri dokter anestesi PKU Muhammadyah Bantul Ahmad Muttaqien Alim itu aktif sebagai anggota Aisyiyah, organ otonom bidang perempuan dari organisasi Muhammadiyah.  Suami Ranie pun aktivis Muhammadiyah. Muttaqien adalah relawan yang biasa menangani bidang kebencanaan dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Baca: Cerita Jirhas Ranie, Ibu Berhijab Bersihkan ...

“Saya sebenarnya juga minoritas, karena berasal dari keluarga Muhammadyah tapi hidup di Temanggung yang lebih banyak umat NU (Nahdlatul Ulama)-nya,” ujar Ranie sambil tertawa saat ditemui Tempo di rumahnya di perumahan Nogotirto Gamping, Sleman, Selasa, 13 Februari 2018.

Ranie sama sekali tidak menyangka jika banyak dibicarakan setelah fotonya sedang menyapu dengan latar belakang patung Yesus yang dirusak di Gereja Lidwina itu viral. “Membantu itu kan hal alamiah dari manusia, bukan sesuatu yang mesti dibesar-besarkan.”

Ia menduga mungkin karena ia berhijab dan menyapu di gereja, menjadi sorotan banyak orang “Seperti itu jadi tampak ‘wah’, padahal itu buat saya biasa saja,” ujar perempuan yang menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Islam Indonesia dan S2 di Universitas Gadjah Mada itu.

Baca juga: Penyerangan Gereja Sleman, Uskup Agung: Vatikan Pasti Tahu

Ibu dengan satu anak berusia delapan tahun itu mengaku awalnya penasaran dengan kejadian penyerangan gereja Lidwina itu karena rumahnya hanya berjarak sekitar 300 meter dari gereja dan dibatasi areal persawahan. Di areal jalur membelah persawahan nan asri menuju gereja itu, Ranie beserta suami dan anaknya sering menghabiskan sore bersepeda menikmati udara desa.

“Gereja itu kan tetangga rumah saya, ya umumnya tetangga ya peduli, ada apa di situ.” Ia ingin tahu kondisi gereja setelah diserang. “Saya ke sana mau lihat, mau berbelasungkawa,” ujarnya.

Ranie tidak begitu tahu atau kenal dengan jemaat gereja itu meski rumahnya cukup dekat. Tapi karena ada kejadian itu, Ranie dan suami ingin melihat situasi di dalam gereja. Namun kedatangannya tidak direncanakan dan sekedar mampir. Di gereja itu, karena melihat hanya ada para lelaki yang menyapu, ia turun tangan. “Masak saya diam saja? Jelas enggak nyaman kalau tidak ikut membantu,” ujar dia.

Simak: Pemuda Misterius Sebelum Serangan Gereja ...

Saat diwawancara awak media sebelumnya, Ranie mengaku tak pernah mengungkap identitasnya bahwa ia pegiat Aisyiyah. Menurut perempuan yang aktif di Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama itu, tindakannya di gereja itu hanya untuk berbelasungkawa dan membantu. Tak berhubungan dengan aktivitasnya bersama organisasinya.

Namun setelah fotonya viral, seorang kenalan baiknya yang juga anggota Barisan Serba Guna (Banser) Yogya, memposting dan membuka identitas Ranie yang aktif sebagai anggota Aisyiyah.   






Geng Jalanan Serbu Gereja di Liberia, 29 Jemaat Tewas Terinjak-Injak

20 Januari 2022

Geng Jalanan Serbu Gereja di Liberia, 29 Jemaat Tewas Terinjak-Injak

Kelompok perampok menyerbu gereja di Liberia menyebabkan kepanikan sehingga 29 orang tewas saat mencoba menyelamatkan diri terjatuh dan terinjak-injak


Kibuli Polisi, Ini Ancaman Hukuman Penyebar Hoax Bom Duren Sawit

16 Mei 2018

Kibuli Polisi, Ini Ancaman Hukuman Penyebar Hoax Bom Duren Sawit

Penelepon Hoax Bom Duren Sawit Muhammad Irfan Ardiansyah mengaku tak memiliki niat khusus menyebar teror bom Gereja Santa Anna.


Jenazah Legita, Korban Bom Surabaya Akan Dikremasi Besok

15 Mei 2018

Jenazah Legita, Korban Bom Surabaya Akan Dikremasi Besok

Misa Requiem korban teror bom Surabaya, Legita alias Lim Gwat Ni, digelar siang ini di Gereja Katolik Hati Santa Maria Tak bernoda, Paroki Tangerang.


Jakarta Siaga 1, Polisi Tangkap 2 Orang Mencurigakan di Matraman

14 Mei 2018

Jakarta Siaga 1, Polisi Tangkap 2 Orang Mencurigakan di Matraman

Dua orang mencurigakan ditangkap semalam oleh polisi di Matraman, Jakarta Timur, beberapa jam setelah Kapolda Metro Jaya menyatakan Jakarta Siaga 1.


Jakarta Siaga 1, Instruksi Anies Baswedan Soal Ancaman Teroris

14 Mei 2018

Jakarta Siaga 1, Instruksi Anies Baswedan Soal Ancaman Teroris

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta aparat pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teroris setelah Jakarta Siaga 1.


Penggalan Doa Romo Prier untuk Penyerang Gereja St Lidwina

21 Februari 2018

Penggalan Doa Romo Prier untuk Penyerang Gereja St Lidwina

Romo Edmund Prier mendatangi Polda DIY. Pada kesempatan itu, Prier mengungkapkan doa untuk penyerang Gereja St Lidwina.


Densus 88 Dalami Penyerang Gereja Lidwina dengan Jaringan Teror

19 Februari 2018

Densus 88 Dalami Penyerang Gereja Lidwina dengan Jaringan Teror

Pemeriksaan dilakukan di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa dua, Depok.


Saat Romo Prier Pilih Memaafkan Penyerang Gereja St Lidwina

17 Februari 2018

Saat Romo Prier Pilih Memaafkan Penyerang Gereja St Lidwina

Romo Prier mengaku tak punya dendam pada Suliyono, penyerang Gereja St Lidwina Bedog Yogya.


Warna Pareanom Jadi Penanda Misa di Gereja St Lidwina Pascateror

16 Februari 2018

Warna Pareanom Jadi Penanda Misa di Gereja St Lidwina Pascateror

Gereja St Lidwina, Dusun Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman hari ini kembali menggelar misa pascapenyerangan Ahad lalu.


Organisasi Mahasiswa Desak Jokowi Tuntaskan Kasus Intoleransi

15 Februari 2018

Organisasi Mahasiswa Desak Jokowi Tuntaskan Kasus Intoleransi

Organisasi Kepemudaan Nasional meminta Presiden Jokowi dan pemerintah mengungkap aktor utama di balik penyerangan tokoh agama.