Cerita Petinggi PDIP Sebelum Bupati Ngada Terkena OTT KPK

Reporter

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur Marianus Sae (kiri) Emilia J Nomleni (kanan) saat acara penyerahan surat rekomendasi untuk ikut dalam Pemilu 2018 di kantor DPP PDIP, Jakarta, 17 Desember 2017. Tempo/Ilham Fikri

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira punya cerita sebelum Bupati Ngada Marianus Sae terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), Ahad malam, 11 Februari 2018.

Andreas, bersama dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, baru saja tiba di Jakarta setelah melakukan konsolidasi partai selama tiga hari untuk memenangkan paket Marianus Sae-Emilia Nomleni dalam pemilihan gubernur 2018. "Ironisnya, selama tiga hari di sana, kami tidak sekalipun bertemu dengan Marianus Sae," kata Andreas, lewat keterangan tertulis pada Senin, 12 Februari 2018.

Baca juga: Kena OTT KPK, Bupati Ngada Pernah Tutup Bandara

Marianus Sae bersama dengan Emilia Nomleni diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDIP menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Andreas mengatakan, hingga Sabtu malam, 10 Februari 2018, dia mengontak Marianus Sae via telepon dan SMS. "Tapi sama sekali tidak ada respons dari yang bersangkutan," katanya.

Atas kasus OTT Marianus Sae ini, kata Andreas, PDIP akan memberikan dukungan kepada pihak penegak hukum untuk menjalankan tugas dan fungsinya. "PDIP mendukung penuh pemberantasan korupsi dan mengapresiasi KPK yang telah melaksanakan OTT terhadap saudara Marianus," katanya.

KPK menangkap tangan Marianus Sae pada Ahad malam, 11 Februari 2018. Marianus pun dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, pada malam itu juga untuk diperiksa.

Sampai saat ini, Marianus Sae masih diperiksa di gedung KPK. KPK belum memberikan keterangan resmi ihwal kronologi OTT ataupun keterangan lebih lanjut terkait dengan penangkapan Bupati Ngada tersebut.






KPK Memperpanjang Masa Penahanan Bupati Ngada Marianus Sae

8 Mei 2018

KPK Memperpanjang Masa Penahanan Bupati Ngada Marianus Sae

KPK menahan Bupati Ngada sejak 12 Februari 2018.


Pengusaha Penyuap Bupati Ngada Diperiksa KPK

6 Maret 2018

Pengusaha Penyuap Bupati Ngada Diperiksa KPK

Wilhelmus ditetapkan sebagai tersangka karena memberi suap kepada Bupati Ngada Marianus Sae atas sejumlah proyek jalan senilai Rp 4,1 miliar.


KPK Periksa Bupati Ngada Marianus Sae dan Pengusaha Wilhelmus

22 Februari 2018

KPK Periksa Bupati Ngada Marianus Sae dan Pengusaha Wilhelmus

Wilhelmus juga diperiksa KPK hari ini, sebagai saksi untuk tersangka Bupati Ngada Marianus Sae.


Tanpa Marianus Sae, Emilia Nomleni Tetap Maju di Pilgub NTT

13 Februari 2018

Tanpa Marianus Sae, Emilia Nomleni Tetap Maju di Pilgub NTT

Tanpa didampingi Marianus Sae, Calon Wakil Gubernur NTT Emilia Nomleni tetap akan maju dalam Pilgub NTT. Marianus Sae saat ini ditahan KPK.


Tertangkap Tangan KPK, Ini Harta Bupati Ngada

13 Februari 2018

Tertangkap Tangan KPK, Ini Harta Bupati Ngada

Usaha perkebunan Bupati Ngada Marianus memiliki 120 ekor sapi dan empat kuda. Dia juga punya kebun jagung, mahoni, dan jati.


KPK Ungkap Modus Suap Bupati Ngada yang Diduga untuk Pilkada

13 Februari 2018

KPK Ungkap Modus Suap Bupati Ngada yang Diduga untuk Pilkada

Bupati Ngada Marianus Sae berencana maju sebagai calon Gubernur NTT bersama dengan Emilia Julia Nomleni dalam Pilkada 2018.


KPK Menahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada

13 Februari 2018

KPK Menahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada

KPK menahan Wilhelmus Iwan Salumbu, pengusaha yang diduga menyuap Bupati Ngada Marianus Sae.


Jadi Tersangka, Bupati Ngada Marianus Sae Resmi Ditahan KPK

12 Februari 2018

Jadi Tersangka, Bupati Ngada Marianus Sae Resmi Ditahan KPK

KPK menahan Bupati Ngada Marianus Sae setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek jalan. Marianus Sae ditahan di Rutan Kelas 1 Cabang KPK.


Ancaman Sanksi Jika PDIP Cabut Dukungan untuk Bupati Ngada

12 Februari 2018

Ancaman Sanksi Jika PDIP Cabut Dukungan untuk Bupati Ngada

Komisioner KPU Hasyim Ashari mengingatkan, PDI Perjuangan tak bisa begitu saja mencabut dukungan terhadap Bupati Ngada Martinus Sae.


Kasus Suap Bupati Ngada, Ini Tujuh Proyek Rp54 M yang Dijanjikan

12 Februari 2018

Kasus Suap Bupati Ngada, Ini Tujuh Proyek Rp54 M yang Dijanjikan

KPK telah menyegel sejumlah tempat dalam kasus ini. Di antaranya adalah ruang kerja rumah dinas Bupati Ngada, ruang kerja Bupati dan ajudan.