Rabu, 22 Agustus 2018

Setuju Perguruan Tinggi Asing Masuk Indonesia, Ini Alasan Kalla

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir menggelar konferensi pers setelah meninjau ruang pengendali operasi utama (MOC) Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) di Jakarta, 31 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir menggelar konferensi pers setelah meninjau ruang pengendali operasi utama (MOC) Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) di Jakarta, 31 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah berencana mengizinkan perguruan tinggi luar negeri membuka sekolah di Indonesia. Alasannya sangat sederhana. Salah satunya berkaitan dengan efisiensi anggaran pendidikan.

    Kalla menuturkan pemerintah mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk beasiswa ke luar negeri, salah satunya melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). "Kenapa kami berikan mereka beasiswa mahal sekolah ke luar negeri? LPDP kami biayai triliunan,” katanya di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Depok, Rabu, 7 Januari 2018. 

    Baca: Jusuf Kalla: Saya Setuju Pemerintah ... 

    Dengan mengizinkan perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia, anggaran beasiswa bisa digunakan lebih efisien. “Kami bawa sekolahnya ke sini, jadi lebih banyak anak yang bisa menikmati.” 

    Masuknya perguruan tinggi asing juga diharapkan mampu menjadi pembanding bagi pendidikan dalam negeri. Selain itu, agar Indonesia bisa menilai standar pendidikan yang ada dengan melihat pola pendidikan dari luar.  

    Baca juga: 
    Jusuf Kalla Bolehkan Ceramah tentang Politik di ... Jokowi Makan Siang Bersama di Kantor JK, Ini ... 

    Manfaat lainnya memberikan kesempatan bagi para dosen dan pengajar Indonesia. "Tentu dosen kita bisa saling ikut mengambil manfaatnya," ujar Kalla.  

    Wacana mengizinkan perguruan tinggi asing membuka cabang di dalam negeri pertama kali dilontarkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Presiden Jokowi ingin pendidikan Indonesia memiliki pembanding guna mengukur kualitasnya.  

    Rencananya kebijakan ini akan diterapkan secepatnya. Pemerintah berencana merevisi undang-undang tentang pendidikan tinggi untuk mengimplementasikan wacana itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.