Fahri Hamzah Wanti-wanti Anies Baswedan Tak Ikut Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fahri Hamzah saat berdiskusi dengan media di Media Center DPR, Jumat, 26 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fahri Hamzah saat berdiskusi dengan media di Media Center DPR, Jumat, 26 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mewanti-wanti agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak usah berpikir untuk ikut dalam Pemilihan Presiden 2019. Menurut Fahri Hamzah masih banyak pekerjaan Anies di Jakarta yang harus diselesaikan.

    Fahri Hamzah mengemukakan hal itu sebab nama Anies Baswedan masuk dalam empat besar nama yang layak jadi calon presiden atau wakil presiden versi Lembaga Survei Indonesia Denny JA. Dalam survei itu Anies mendapat dukungan 76,7 persen untuk mengikuti Pilpres 2019.

    Baca juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi Belum Aman

    Menurut Fahri Hamzah, Anies Baswedan tak perlu ke mana-mana. "Tadi ada yang bilang , ada busung lapar di Jakarta. Pikirin itu saja," kata dia seusai pembukaan musyawarah nasional Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) di Hotel Royal Kuningan, Sabtu, 3 Februari 2018.

    Menurut Fahri, DKI Jakarta cakupannya sudah sama seperti mengelola sebuah negara. Jakarta, kata Fahri lebih besar dari Singapura dan Malaysia, dan 70 persen pendapatan Negara berasal dari Jakarta. Maka, dia berujar Anies lebih Baswedan lebih baik fokus mengurus Jakarta.

    Fahri berujar cara kerja Gubernur di Ibu Kota sama dengan Presiden. Dia beralasan, Jakarta merupakan provinsi yang paling strategis di antara provinsi lainnya di Indonesia. “Pengelolaannya sudah sebesar negara,” ujar dia.

    Baca juga: Jika Prabowo Subianto Capres 2019, PKS Cawapres, Kata Hidayat...

    Sebelumnya, di Kompleks Parlemen, Fahri Hamzah mengkritisi soal kinerja Anies Baswedan yang saat ini sudah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama empat bulan. Menurutnya, Anies kurang sistematis dan terencana dalam menjalankan program. Sehingga mengganggu program lainnya yang sedang berjalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.