Komisi III DPR Rapat Kerja dengan Kejaksaan Agung

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan menggelar rapat kerja bersama Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di ruang rapat Komisi III gedung DPR, Senayan pada hari ini, Rabu, 31 Januari 2018. Dewi Nurita /Tempo.

    Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan menggelar rapat kerja bersama Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di ruang rapat Komisi III gedung DPR, Senayan pada hari ini, Rabu, 31 Januari 2018. Dewi Nurita /Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, menggelar rapat kerja dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo pada hari ini, Rabu, 31 Januari 2018.

    Raker digelar di ruang rapat Komisi III gedung DPR, Senayan. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Kahar Muzakir tersebut dimulai sekitar pukul 10.00.

    Baca:
    Rapat dengan Kapolri, Ini 5 Poin yang Didalami Komisi III DPR...
    Hari Ini Komisi III DPR Rapat dengan KPK, Polri...

    "Adapun agenda hari ini adalah penjelasan Jaksa Agung terhadap evaluasi kinerja anggaran tahun 2017 dan target-target capaian di 2018," kata Kahar saat membuka rapat.

    Selain itu, agenda rapat adalah membahas evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara anggaran tahun 2017 serta isu-isu aktual lain seputar program kerja Kejaksaan Agung.

    Baca juga:
    Kejagung Tetapkan Bekas Manajer Pertamina Tersangka Korupsi
    Kejaksaan Agung Tangguhkan Penahanan...

    Komisi III DPR dan Jaksa Agung juga membahas realisasi anggaran tahun 2017 serta kendala penyerapan dan penggunaan anggaran 2018, juga implementasi reformasi kejaksaan tentang efektivitas fungsi pengawasan internal kejaksaan. "Serta tindak lanjut atas simpulan rapat kerja yang disampaikan pada rapat sebelumnya," kata Kahar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.