Lima Tokoh Islam Ini Dinilai Berpotensi Jadi Cawapres 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti, Pakar Politik Universitas Airlangga Kacung Marijan, dan Peneliti LSI Taufik Febri dalam sebuah acara diskusi bertajuk di Menemukan Tokoh Muda dan Islami di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, 27 Januari 2018. Dewi Nurita/Tempo.

    Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti, Pakar Politik Universitas Airlangga Kacung Marijan, dan Peneliti LSI Taufik Febri dalam sebuah acara diskusi bertajuk di Menemukan Tokoh Muda dan Islami di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, 27 Januari 2018. Dewi Nurita/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis figur calon wakil presiden yang memiliki daya tarik agama. Peneliti LSI Taufik Febri menyatakan ada lima tokoh muslim yang berpeluang mampu menjadi pelengkap calon presiden nasionalis.

    "Ini jadi seksi dan diperbincangkan publik. Sentimen agama sudah menemukan momentumnya saat pemilihan kepala daerah (pilkada) Jakarta," kata Taufik dalam diskusi 'Menemukan Tokoh Muda dan Islami' di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu, 27 Januari 2018.

    Baca: LSI: Muhaimin Iskandar Cawapres Muslim Elektabilitas Tertinggi

    Hasil survei LSI memperlihatkan, kelima tokoh itu mayoritas datang dari pemimpin partai. Mereka adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuzy, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

    Muhaimin berada di posisi pertama, yakni dengan elektabilitas 14,9 persen. Kemudian disusul oleh Zulkifli dengan perolehan 3,8 persen, Zainul 2,2 persen, Sohibul 1,9 persen, dan Romahurmuzy 1,1 persen. Sementara responden yang belum memutuskan pilihannya mencapai 76,1 persen.

    Baca: Pengamat: Calon Presiden 2019 Perlu Pertimbangkan Sentimen Agama

    Taufik menuturkan, lima tokoh itu memiliki kapabilitas yang dapat mewakili kalangan umat muslim. Mereka juga dinilai tokoh muda Islam dan paling cocok mendampingi calon presiden yang nasionalis seperti petahana Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto. "Namun, masih terbuka untuk tokoh muda Islam lainnya," ujar Taufik.

    Survei ini menggunakan metode multistage random sampling pada Desember 2017. Adapun jumlah responden sebanyak 1.200 orang dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.