Minggu, 22 September 2019

Hadiri Ultahnya, Megawati Minta Jokowi Tak Buru-buru Pergi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati memberikan kata sambutan di acara ulang tahunnya, Taman Ismail Marzuki, 23 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Megawati memberikan kata sambutan di acara ulang tahunnya, Taman Ismail Marzuki, 23 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan ulang tahun ke-71 Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki. Bersama tamu undangan yang lainnya, Presiden Jokowi ikut menyaksikan teater Satyam Eva Jayate yang disutradarai oleh Butet Kertaredjasa.

    Presiden Jokowi hadir sekitar pukul 14.15 WIB. Ia duduk di kursi VIP berdampingan dengan Megawati Soekarnoputri di sisi kirinya. Satu barisan dengan keduanya, tampak Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, Hamzah Haz, dan Boediono, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

    Baca: Terjadi Gempa, Tamu Undangan Ultah Megawati Sempat Berhamburan

    Megawati dalam sambutannya meminta presiden tidak terburu-buru meninggalkan acara. Ia berharap pada momen ini, saat banyak petinggi partai politik hadir, Jokowi mau meluangkan waktunya mendiskusikan pemilihan kepala daerah serentak.

    Sebab, kata Mega, pilkada serentak 2018 ini kemungkinan akan berjalan dengan menegangkan. "Bilang sama ajudan jangan buru-buru, mencairkan pikiran dulu bersama para ketua umum. Kalau nanti kita tempur, ya tempur dengan baik demi demokrasi," kata Mega di Teater Besar TIM, Jakarta pada Selasa, 23 Januari 2018.

    Baca: Ulang Tahun ke-71, Berikut Kiprah Politik Megawati Soekarnoputri

    Pentas teater dipilih oleh Megawati untuk merayakan ulang tahunnya. Ia berharap pentas ini bisa mendinginkan suasana panas di tahun politik ini. Tema "Satyam Eva Jayate" berasal dari semboyan bahasa Sanskerta yang berarti "hanya kebenaran yang berjaya."

    "Tema teater ini sesuai dengan keyakinan yang selama ini dipegang Ibu Megawati dalam menjalani kehidupan, termasuk saat memimpin negara, dan PDI Perjuangan saat ini, bahwa hanya kebenaran yang akhirnya akan berjaya," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.