Minggu, 27 Mei 2018

Bambang Soesatyo: Tidak Ada Fraksi DPR Dukung LGBT

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2016, tercatat harta politikus Partai Golkar itu mencapai Rp 62,7 miliar. dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Dalam laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2016, tercatat harta politikus Partai Golkar itu mencapai Rp 62,7 miliar. dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan DPR menolak tegas legalitas keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT. "Sikap DPR tegas, menolak LGBT," ujar Bambang di kompleks DPR/MPR, Senayan, Senin, 22 Januari 2018.

    Bambang mengaku sudah mengecek hasil rapat Komisi III dan tidak ada satu fraksi pun yang mendukung LGBT. "Tidak ada yang mendukung perilaku yang merusak moral bangsa ini," ucapnya.

    Baca:
    Soal LGBT, Bambang Soesatyo: Semangat DPR...
    Janji Ketua DPR kepada Buya Syaffi Maarif Soal LGBT

    Bambang menuturkan Komisi III yang membidangi hukum malah memperluas pemidanaan terhadap LGBT. Seperti kurungan penjara hingga 8 tahun dan hubungan sesama jenis yang termasuk dalam pidana susila.

    Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengatakan sudah ada lima fraksi partai yang menyetujui legalitas LGBT. Pernyataan itu dibantah Bambang. Dia tidak yakin dengan pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut. "Saya yakin pernyataan itu (akibat) miskomunikasi," ujarnya.

    Baca juga:
    Buya Syafii Minta Bambang Soesatyo agar DPR...
    Pakar Hukum: Ada Kekosongan Hukum tentang...

    Menurut Bambang, tindakan pencabulan, hubungan seksual terhadap anak, dan hubungan sesama jenis ini harus dihentikan.

    Ia mengaku siap mempertaruhkan jabatannya jika perilaku LGBT legal di Indonesia. Untuk mencegahnya, Bambang mengatakan DPR saat ini sedang membahas pemidanaan LGBT dalam revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. "Semangatnya untuk memperluas pemidanaan, bukan malah melegalkan."

    SIDDIQ | M. YUSUF MANURUNG

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.