Moeldoko Jadi Kepala KSP, Berikut Perjalanan Karirnya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko selepas pelantikannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki di Istana Negara, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko selepas pelantikannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki di Istana Negara, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki. Pelantikan berlangsung pagi ini di Istana Negara, Rabu, 17 Januari 2018.

    "Mengangkat Purnawirawan TNI Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan," Sekretaris Militer Marsekal Muda Trisno Hendardi membacakan keputusan Presiden Joko Widodo saat pelantikan.

    Baca: Moeldoko Jadi Pengganti Teten Masduki, Idrus Gantikan Khofifah

    Sebelum ditunjuk sebagai Kepala KSP, Moeldoko merupakan Panglima TNI pada 2013-2015. Moeldoko resmi menjabat sebagai Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka pada 30 Agustus 2013.

    Ketika itu, Moeldoko menggantikan Laksamana (TNI) Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun. Setelah dua tahun menjabat Panglima TNI, pada 14 Juli 2015, Moeldoko secara resmi menyerahkan jabatannya pada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Moeldoko merupakan perwira penerima Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1981.

    Pria kelahiran Kediri, 8 Juli 1957 itu mengawali karier sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 700 Kodam VII/Wirabuana pada 1981. Nama Moeldoko kemudian melesat sejak menjabat Kasdam Jaya pada 2008.

    Baca: Moeldoko Gantikan Teten, KSP Dipimpin Lagi oleh Figur Militer

    Pada 2010, dia mengalami tiga kali rotasi jabatan dan kenaikan pangkat mulai dari Pangdiv 1/Kostrad (Juni-Juli 2010), menjadi Pangdam XII/Tanjungpura (Juli-Oktober 2010) dan Pangdam III/Siliwangi (Oktober 2010-Agustus 2011). Lalu Agustus 2011 menjabat Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional sebelum menjabat Wakasad (Februari 2013) hingga dipercaya sebagai Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KS AD) 22 Mei 2013.

    Sampai dia menjabat Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), tidak banyak orang yang memprediksi Moeldoko akan menjadi pengganti Laksamana TNI Panglima TNI (2010-2013) Agus Suhartono sebagai Panglima TNI. Ketika Moeldoko dilantik jadi Wakasad pun hampir tidak ada yang memprediksi dia akan menjadi Panglima TNI. Banyak orang justru mengira ipar Presiden SBY, Jenderal TNI Kepala Staf TNI-AD Pramono Edhie Wibowo (Kepala Staf TNI AD)-lah yang akan menjadi Panglima TNI.

    Saat itu, Moeldoko diprediksi hanya akan menjadi Kepala Satuan Angkatan Darat. Namun, sampai dua bulan berikutnya, Moeldoko naik pangkat menjadi Letnan Jenderal dengan jabatan Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas). Kemudian menjadi Wakasad pada Februari 2013 dan naik lagi menjadi Kasad pada 22 Mei 2013 dengan pangkat bintang empat (Jenderal).

    Hanya tiga bulan berselang setelah menjabat Kasad, Presiden SBY menetapkan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI untuk kemudian mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR-RI. Moeldoko pun resmi menjabat sebagai Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka pada 30 Agustus 2013.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga