Cerita Fahri Hamzah Soal Bambang Soesatyo yang Jadi Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 16 November 2017. Fahri menilai bahwa langkah KPK memasukkan Novanto ke DPO adalah salah karena keberadaan Novanto diketahui di RSCM dan RSCM dijaga polisi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan kemungkinan besar Bambang Soesatyo atau Bamsoet akan diterima sebagai ketua DPR. Ia menganggap Bamsoet adalah salah satu pimpinan DPR yang tergolong paling aktif dan dikenal.

    "Saya kira ya (diterima). Karena dia (Bamsoet) orang lama dan dia orang yang bergaul, dia banyak sekali keaktifan," kata Fahri di Gedung DPR, Senin, 15 Januari 2018. Fahri menyebut keaktifan bamsoet dilihat dari banyaknya buku yang ia terbitkan.

    Fahri bercerita pernah bekerja bersama Bamsoet di Komisi III DPR. Jika dilihat dari sisi pengalaman dan penguasaan, kata dia, Bamsoet sudah sangat mumpuni untuk memimpin DPR.

    Fahri berharap Bamsoet bersama dengan pimpinan DPR lainnya dapat mengelola stabilitas politik di lembaganya, mengingat tahun ini sudah memasuki tahun politik. Masalahnya, kata Fahri, gejolak politik di DPR dapat berpengaruh secara nasional.

    BACA: Di Balik Penunjukkan Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR

    Pagi tadi, Fraksi Partai Golkar resmi mengumumkan nama Ketua Komisi Hukum DPR  sebagai ketua DPR pengganti Setya Novanto. Pengumuman itu disampaikan di ruang rapat Fraksi Golkar, Kompleks Parlemen. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

    "Setelah pembahasan dan mekanisme yang ada di Partai Golkar dan juga pertimbangan dari tokoh-tokoh Golkar, maka Bambang Soesatyo yang dipilih menjadi ketua DPR," kata Airlangga.

    Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan Bambang terpilih di antara enam politikus karena dia dianggap lebih senior dan berpengalaman.

    "Di antara enam nama, dia yang bisa bereskan urusan ini," kata Sarmuji kepada Tempo, Ahad, 14 Januari 2018. Kader partai beringin yang sempat masuk bursa adalah Aziz Syamsuddin, Zainudd in Amali, Kahar Muzakir, Agus Gumiwang, dan Rambe Kamarul Zaman.

    Nama Bambang Soesatyo muncul ketika Golkar tengah menyiapkan ketua DPR sebagai pengganti Setya Novanto yang sedang menjalani proses hukum. Setya yang juga sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar terjerat korupsi proyek KTP elektronik. Penunjukan Bamsoet  bakal diumumkan Senin, 15 Januari 2017.

    ADAM PRIREZA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga