Hadi Tjahjanto Minta Prajurit TNI Netral dalam Pilkada 2018

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersalaman dengan prajurit Kopassus usai disematkan baret merah oleh Danjen Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersalaman dengan prajurit Kopassus usai disematkan baret merah oleh Danjen Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merayakan natal bersama prajurit TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam pidatonya, Hadi mengajak para prajurit untuk tetap netral dalam menghadapi tahun-tahun politik.

    "Guna Mewujudkan TNI yang profesional dan dicintai rakyat," kata Hadi Tjahjanto pada Jumat, 12 Januari 2018.

    Baca: Tentukan KSAU, Hadi Tjahjanto Tunggu Keputusan Presiden Jokowi

    Hadi menuturkan pedoman netralitas TNI ada dalam instruksi Panglima TNI Nomor XI/12/2016. Pada instruksi tersebut, posisi prajurit TNI diminta untuk tetap netral dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan pemilihan umum 2019. "Netralitas TNI sejatinya kehendak rakyat Indonesia diamanahkan dalam undang-undang 34 tahun 2004 tentang TNI," kata Hadi.

    Berkaitan dengan instruksi tersebut, Hadi berpesan agar TNI memelihara dan memperkuat harmoni kerukunan dan toleransi sebagi bangsa. "Ini dapat terwujud jika kita ikut menjadi bagian berkontribusi untuk berusaha menyelamatkan kehidupan," kata dia.

    Baca: Canda Panglima dan Kapolri Saat Susi Pudjiastuti Naik Kapal Selam

    Menurut Hadi, saat ini informasi tak benar di media sosial cukup mengkhawatirkan, karena dapat membuat keresahan di tengah masyarakat. "Terhadap kejahatan itu saya berharap pada pimpinan tokoh pemuka agama senantiasa ikut berdiri untuk menyelamatkan bangsa kita," ujarnya.

    Bersamaan dengan perayaan natal tersebut, Hadi Tjahjanto juga meresmikan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima yang ditandai dengan penandatangan prasasti. "Dengan selesainya pembangunan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima, pantas untuk disyukuri dan menjadi berkat bagi umat Katolik di lingkungan Mabes TNI,” kata dia.

    Hadi Tjahjanto mengatakan pembangunan fisik rumah ibadah bukan yang utama, karena yang lebih penting adalah membangun mental dan hati. “Apalah artinya sebuah bangunan tempat ibadah yang megah tanpa diimbangi dengan kemegahan sikap dan perilaku serta iman pemeluknya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.