Siklon Tropis Cempaka Sebabkan Tanah Longsor di Bukit Menoreh

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa rumah dan satu bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri I Karangtengah tertimpa tanah longsor di Sampang, Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah, 30 November 2017. Lonsor terjadi di sejumlah titik di kawasan Wonogiri. Tempo/Bram Selo Agung

    Beberapa rumah dan satu bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri I Karangtengah tertimpa tanah longsor di Sampang, Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah, 30 November 2017. Lonsor terjadi di sejumlah titik di kawasan Wonogiri. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Kulon Progo - Musibah longsor dan tanah ambles melanda kawasan Bukit Menoreh, Kulon Progo, Jawa Tengah akibat badai siklon tropis Cempaka yang melanda beberapa waktu lalu. Musibah itu pun menyebabkan sebanyak 300 unit rumah di kawasan tersebut mengalami kerusakan. 

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan dari 300 unit rumah mengalami kerusakan itu ada yang rusak ringan, sedang, dan berat. "Berdasarkan data cek lapangan dan laporan camat, sedikitnya ada 300 rumah yang rusak akibat bencana tanah longsor dan tanah ambles itu," kata Gusdi pada Selasa, 19 Desember 2017.

    Baca: Kerugian Akibat Siklon Tropis Cempaka di Bantul Rp 50 miliar

    Untuk memastikan jumlahnya, pihaknya masih melakukan identifikasi rumah yang harus direlokasi dan direhabilitasi total. Pada status tanggap darurat becana ini, BPBD akan memberikan bantuan stimulan bagi rumah warga yang rusak. Namun, dirinya belum bisa menyebutkan nilai bantuan untuk perbaikan rumah tersebut.

    "Kami tidak bisa menyebut nominalnya, tapi yang jelas bantuan stimulan. BPBD baru akan bertindak setelah status tanggap darurat bencana berakhir pada 27 Desember, apakah direlokasi, bedah rumah atau RTLH," kata Gusdi.

    Baca: Setelah Siklon Cempaka dan Dahlia, Ini yang Harus Diwaspadai

    Selain kerusakan rumah, BPBD menemukan sejumlah infrastruktur jalan yang ambles. Hal itu karena terjadi penurunan tanah yang kemudian mengakibatkan bukit longsor. "Materialnya menutupi jalan," kata dia.

    Untuk mengatasinya, BPBD menurunkan lima alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses jalan. "Pada masa tanggap darurat bencana ini, kami fokus membuka akses jalan yang tertutup material longsoran, sehingga dapat dilewati masyarakat dan aktivitas ekonomi berjalan. Setelah itu, kami baru membersihkan material longsoran di rumah warga," kata Gusdi.


     

     

    Lihat Juga