Airlangga Hartarto Temui Jokowi di Rakornas PDIP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional PDIP 2017 yang diselenggarakan di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 16 Desember 2017. Kepada awak media, Airlangga mengaku sudah membahas soal Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar dengan Presiden Joko Widodo yang turut hadir dalam acara yang sama.

    "Pembicaraan dengan Bapak (Jokowi) dalam konteks mengundang beliau di dalam Munaslub Golkar. Insya Allah beliau akan hadir," ujar Airlangga ketika dicegat awak media di Rakornas PDIP 2017.

    Baca: Jokowi Masih Enggan Komentari Status Airlangga di Kabinet

    Airlangga Hartarto telah ditetapkan menjadi Ketua Umum Golkar yang baru untuk menggantikan Setya Novanto. Hal itu ditetapkan secara aklamasi lewat rapat pleno Golkar yang digelar pada 3 Desember 2017.

    Namun, secara formil, Airlangga belum menjadi Ketua Umum Golkar yang baru karena Munaslub Partai Golkar belum digelar. Munaslub merupakan mekanisme untuk penentuan ketua umum.

    Baca: Perjalanan Airlangga Hartarto Menuju Ketua Umum Partai Golkar

    Airlangga mengingatkan kembali bahwa Munaslub Golkar akan digelar pada 18-20 Desember 2017. Adapun lokasinya, ia melanjutkan, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan.

    Ditanyai apakah dia juga sudah membahas statusnya dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo setelah terpilihnya sebagai Ketum Golkar, Airlangga menyatakan hal itu adalah hak Presiden Joko Widodo untuk menentukan. Karena itu, ia menunggu saja soal kepastian statusnya, apakah akan dipertahankan sebagai Menteri Perindustrian atau tidak.

    "Semua saya kembali ke Presiden Joko Widodo karena itu hak prerogatifnya," ujarnya. Secara terpisah, Presiden Joko Widodo masih enggan menjawab soal status Airlangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.