Soal Pengganti Setya Novanto, Pimpinan DPR Tak Akan Ikut Campur

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kedua kiri), Agus Hermanto (kedua kanan), Taufik Kurniawan (kanan) dan Fahri Hamzah (kiri) mengangkat tangan bersama seusai memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 Juli 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kedua kiri), Agus Hermanto (kedua kanan), Taufik Kurniawan (kanan) dan Fahri Hamzah (kiri) mengangkat tangan bersama seusai memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 Juli 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan pimpinan DPR tidak akan ikut campur terkait calon pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Pimpinan akan menyerahkan sepenuhnya kepada Fraksi Partai Golkar.

    "Siapapun pengganti Pak Novanto menjadi ranah Fraksi partai Golkar sehingga pimpinan DPR tidak akan ikut campur," kata Taufik di Jakarta pada Selasa, 12 Desember 2017.

    Baca: Nurdin Halid: Rapat Pleno Bahas Pengganti Setya Novanto di DPR

    Taufik mengatakan pimpinan DPR telah menerima surat resmi pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR pada Senin pagi, 11 Desember 2017. Para pimpinan pun langsung membahasnya dalam rapat pimpinan.

    Dalam rapat pimpinan tersebut, kata Taufik, hadir pula Sekretariat Jenderal DPR dan Badan Keahlian DPR untuk mengkaji dari semua sisi termasuk Tata Tertib dan UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

    Baca: Fadli Zon Jadi Pelaksana Tugas Ketua DPR Gantikan Setya Novanto

    "Surat pengunduran diri dilampiri surat-surat lain, ada sekitar enam surat dari Fraksi Partai Golkar dan DPP Partai Golkar," kata Taufik.

    Politisi PAN itu mengatakan rapat pimpinan DPR disepakati perlu ada pembahasan lebih lanjut untuk disampaikan ke pimpinan fraksi-faksi dalam Rapat Pengganti Bamus, Hal itu menurut dia karena pimpinan DPR hanya meneruskan surat-surat masuk ke mekanisme berikutnya ke Bamus.

    "Rapat Pengganti Bamus berjalan biasa saja karena perbedaan pandangan dan penyampaain persepsi itu merupakan bagian dalam dinamika sehingga alhadmdulillah disepakati musyawarah mufakat," kata Taufik.

    Taufik mengatakan dari 10 fraksi yang dimintai pendapatnya, dari awal semua fraksi menilai dinamika di Fraksi Golkar jadi bagian yang tidak perlu diperpanjang dan bukan dalam ranah di Badan Musyawarah. Maka figur pengganti Setya Novanto akan diserahkan ke Fraksi Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.