Uji Kompetensi, Hadi Tjahjanto Beberkan Ancaman untuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto saat menjalani fit and proper tes  sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, 6 Desember 2017. Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto saat menjalani fit and proper tes sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, 6 Desember 2017. Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu, 6 Desember 2017. Dalam paparan visi dan misinya, Hadi memaparkan tentang potensi ancaman untuk Indonesia ke depan.

    Menurut Hadi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan akan serangan. "Indonesia bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan di wilayahnya," kata Hadi dalam paparan visi dan misinya di Komisi Pertahanan DPR, Rabu, 6 Desember 2017.

    Baca juga: DPR Akan Tanyakan Kedekatan Hadi Tjahjanto dengan Presiden Jokowi

    Hadi menuturkan maraknya aksi perampokan bersenjata dan penculikan di wilayah perairan Filipina merupakan tanggung jawab Indonesia. Wilayah perairan tersebut, yaitu Laut Sulu, berbatasan dengan Indonesia. "Pada kasus ini, tanggung jawab bahkan telah mutlak berada di tangan TNI," ucapnya.

    Selain ancaman kejahatan bersenjata, pencurian ikan serta penyelundupan manusia, barang, dan narkoba di perairan Indonesia menjadi sorotan Hadi dalam membentuk kesatuan ketahanan negara. "Bahkan kerap menjadi bagian dari ancaman lain yang lebih besar dan terorganisasi secara internasional," ujar Hadi.

    Selain ancaman kejahatan tersebut, Hadi menjelaskan adanya bentuk ancaman lain yang akan sulit untuk dipetakan berdasarkan wilayah. Menurut dia, kemajuan teknologi, arus imigrasi manusia, dan sebaran informasi media juga dapat menciptakan ancaman baru. "Kejahatan ini dilakukan secara internasional, seperti terorisme dan sindikat internasional atau proxy dari kekuatan asing tertentu," ujar Hadi.

    Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto, Calon Panglima TNI di Tahun Politik

    English version: Nurmantyo Hopes Hadi Tjahjanto Could Cope with Complex Challenges

    Pemaparan tersebut dia sampaikan di depan para anggota Komisi Pertahanan DPR terkait pencalonannya sebagai pengganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo, yang akan pensiun pada Maret 2018. Presiden Joko Widodo menunjuknya melalui surat yang dia sampaikan lewat Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada 4 Desember 2017 ke DPR.

    Hari ini Hadi Tjahjanto menjalankan uji kompetensi dan kepatutan di Komisi Pertahanan DPR. Hadi diantar Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.