Idrus Marham dan Airlangga Calon Kuat Ketua Umum Partai Golkar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, bersama para kader mendatangi gedung KPU, Jakarta, 15 Oktober 2017. Golkar membawa 7 kontainer berisi berkas-berkas yang akan diverifikasi oleh KPU. Tempo/Ilham Fikri

    Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, bersama para kader mendatangi gedung KPU, Jakarta, 15 Oktober 2017. Golkar membawa 7 kontainer berisi berkas-berkas yang akan diverifikasi oleh KPU. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah nama calon Ketua Umum Partai Golkar mulai bermunculan seiring dengan penahanan pemimpin beringin saat ini, Setya Novanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Setya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

    Dua nama yang paling santer dan dianggap memiliki dukungan kuat sebagai calon ketua umum adalah pelaksana tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham dan Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. “Dua nama ini yang menguat,” ujar Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar, Nusron Wahid, Minggu, 26 November 2017.

    Baca: Disebut Calon Ketum Partai Golkar, Idrus Marham: Itu Tidak Etis

    Menurut Nusron, saat ini dewan pimpinan daerah dan pengurus pusat Golkar sudah mulai memiliki kesamaan harapan untuk segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Sabtu pekan lalu, 34 pemimpin Dewan Pimpinan Daerah Golkar telah melakukan rapat dengan pengurus pusat partai tersebut. Salah satu hasilnya adalah kesepakatan untuk memperhatikan penyelenggaraan Munaslub.

    Bahkan, Nusron melanjutkan, Golkar akan tetap mengadakan Munaslub meskipun seandainya nanti Setya memenangi praperadilan atas status tersangkanya. Bila menang praperadilan, Setya akan didapuk memimpin Munaslub. Sebaliknya, bila ia kalah, Pimpinan Pusat Golkar yang bergerak menyiapkan Munaslub. “Isya Allah Munaslub akan dilaksanakan pertengahan Desember,” katanya. Sidang praperadilan Setya rencananya akan diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mulai Kamis, 30 November 2017.

    Idrus dan Airlangga bukan nama baru dalam bursa pertarungan calon Ketua Umum Golkar. Dalam Munaslub 2016, ketika terjadi dualisme Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, mereka pernah mencalonkan diri menjadi ketua umum. Ketika itu Idrus mundur sebelum dilakukan voting. Sedangkan Airlangga tetap maju namun kalah karena hanya mendapat 14 dari 554 suara. Ketika itu Setya menang mutlak dengan meraup 277 suara.

    Baca: Ditanya Soal Munaslub Golkar, Idrus Marham: Lihat Besok

    Beberapa politikus Golkar menyebut Idrus dan Airlangga mulai bergerilya mencari dukungan ke para pengurus daerah. “Ketua Forum Silaturahmi DPD Golkar Ridwan Bae mulai mengumpulkan pimpinan daerah dan memetakan dukungan,” ujar seorang politikus senior Golkar. Adapun Ridwan menampik jika dikatakan mengumpulkan para DPD. “Kami menunggu praperadilan,” ujarnya.

    Dua kandidat itu juga telah mengunjungi para kontestan Munaslub 2016. Ketua Harian Golkar, Nurdin Halid, juga disambangi. “Semua calon mendekati saya,” klaim Nurdin. Ia mengaku saat ini sedang berfokus mempersiapkan berbagai pergelaran sebelum Munaslub. Di antaranya, rapat konsultasi nasional dan rapat pimpinan nasional.

    Airlangga Hartarto telah menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi Ketua Umum Golkar. “Kalau diminta pengurus daerah, sebagai kader, saya siap,” katanya, Selasa, 21 November 2017. Sedangkan Idrus belum bersedia berkomentar banyak. Ia membantah telah bergerak mengumpulkan dukungan ke banyak pihak. “Itu tidak etis. Biarlah dewan pimpinan daerah yang menentukan kalau ada apa-apa,” ujarnya. Meski begitu, Idrus mendukung bila Munaslub diadakan. “Kita ikuti bersama kalau ada Munaslub.”

    ARKHELAUS WISNU | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.