Alasan Doli Kurnia Sebut Golkar bak Partai Milik Setya Novanto

Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia (tengah) menyerahkan surat dukungan pemberantasan korupsi kepada perwakilan KPK di Jakarta, 7 November 2017. Aksi tersebut dilakukan untuk mendukung KPK mengusut tuntas pemberantasan korupsi KTP Elektronik yang telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai Ketua Umum Golkar nonaktif Setya Novanto mencoba memperlakukan partai seperti milik pribadi. Sebab, kata dia, dengan mudahnya Setya mengirim surat kepada DPP Partai Golkar meminta agar tidak diberhentikan.

"Kalau kita sering nonton film, jika ada orang-orang punya korporasi besar dan tersandung masalah, dia bikin surat tinggal baca surat saja kepada komisaris itu untuk terus disetujui," kata Doli Kurnia di Jakarta, Sabtu, 25 November 2017.

Baca: Pengacara Setya Novanto Ogah Beberkan Pelaporan Penyidik KPK

Setya Novanto telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Dalam kasus tersebut, Setya diduga mengatur proses pengadaan agar menguntungkan dirinya. Atas perbuatannya itu negara ditaksir merugi Rp 2,3 triliun.

Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, Setya Novanto tetap berkelit tak bersalah. Ia mengajukan praperadilan lagi serta mengirimkan surat kepada DPR maupun DPP Golkar agar diberi kesempatan membela diri sebelum diberhentikan.

Menurut Doli Kurnia, sikap Setya diperparah oleh upaya sejumlah orang atau kelompok yang mencoba membuat Golkar menjadi partai yang karismatik dan bukan inklusif lagi. Sehingga, dia melanjutkan, hal itu makin membuat Golkar lekat dengan citra Setya yang bermasalah.

Simak: Mengapa Jusuf Kalla Ingin Ganti Setya Novanto Sebelum Pemilu?

"Upaya Golkar agar identik dengan satu wajah lagi itu ada. Dan, pengambilan keputusan di Golkar itu juga terkadang berdasarkan kepentingan tertentu, transaksional, seperti korporasi. Kalau Golkar tak berhasil mengeluarkan Setya Novanto, ya lama-lama akan identik dengan Setya dan itu merugikan," ujarnya.

Doli Kurnia berharap Golkar segera mengambil sikap tegas dan tidak membiarkan Setya memainkan partai. Ia juga berharap Golkar tidak memberikan harapan palsu kepada publik atau bahkan membohongi publik karena yang terjadi selama ini cenderung seperti itu.

"Coba lihat, begitu Setya Novanto jadi tersangka lagi, ia tiba-tiba kena penyakit, DPP kemudian mengatakan pleno dengan agenda menonaktifkan. Ternyata gagal. Dulu, pas praperadilan menang, dia tahu-tahu balik ke Golkar dalam keadaan sehat dan bilang semua akan dia ambil alih. Kalau yang seperti itu kejadian lagi, diulangi lagi, publik akan merasa dikibuli," ucapnya.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

16 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

49 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.


KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

3 Februari 2022

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.


KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

19 Januari 2022

KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

KPK menyatakan juga tidak pernah melakukan kegiatan bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan, seperti membuat akun NFT.