Sah, Kahiyang Ayu Bermarga Siregar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makeup Kahiyang Ayu saat menerima marga Siregar di Medan, Sumatera Utara. Instagram

    Makeup Kahiyang Ayu saat menerima marga Siregar di Medan, Sumatera Utara. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Disambut dengan puluhan gondang sebanyak tiga kali, lembaran beras kuning, dan teriakan “Horas! Horas! Horas!”, Kahiyang Ayu resmi bermarga Siregar. Pemberian sertifikat menjadi bukti legalitas bertambahnya nama putri Presiden Joko Widodo ini menjadi Kahiyang Ayu Siregar.

    Kahiyang yang duduk bersila dengan ditemani sang suami, Bobby Afif Nasution, tampak tersenyum begitu dinyatakan sah menjadi bagian dari keluarga Siregar. Keduanya lalu diupah-upah dan diberi hata pasu-pasu (nasihat) oleh para tetua adat marga Siregar.

    Kahiyang dan Bobby juga didoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

    Baca juga: Alasan Kahiyang Ayu Diberi Marga Siregar

    Khusus bagi Kahiyang, dia juga diminta terus belajar hal-hal yang berkenaan dengan adat. Sebab, dengan pemberian marga ini, Kahiyang sudah seperti menjadi anak kandung keluarga Siregar.

    Kahiyang juga sempat memberi sedikit kata sambutan setelah resmi bermarga Siregar.

    "Terima kasih atas pemberian marga Siregar. Semoga saya dapat mengamalkan marga Siregar ini," ujar Kahiyang.

    Prosesi mangalehan (pemberian) marga kepada Kahiyang dilaksanakan di rumah paman Bobby (kakak tertua mertua Kahiyang) di Jalan Suka Tangkas Nomor 17, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Medan. Prosesi ini adalah bagian dari upacara adat yang harus dilakukan Kahiyang dan Bobby sebelum melaksanakan sidang adat dan pesta perkawinan secara adat Mandailing.

    Baca juga: Hari Ini Kahiyang Ayu Resmi Bermarga Siregar

    Kahiyang diberi marga Siregar karena sesuai dengan marga ibu mertuanya. Kahiyang akan masuk dalam kelompok Mora dalam konsep Mandailing, Dalihan Na Tolu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.