Hari Pahlawan, Prabowo: Lebih Baik Hancur daripada Dijajah Lagi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarya. TEMPO/PRIBADI WICAKSONO

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarya. TEMPO/PRIBADI WICAKSONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia selalu mengingat jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

    Prabowo pun berharap Indonesia semakin menjadi negara yang berdaulat, percaya pada kekuatan sendiri, dan mengikuti pesan-pesan yang disampaikan para pahlawan, seperti Panglima Besar Jenderal Soedirman.

    “Lebih baik hancur daripada dijajah kembali, itu pesan pahlawan yang harus kita ingat di saat-saat sekarang ini,” ujar Prabowo di sela berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta, Senin, 13 November 2017.

    Baca juga: Generasi Milenial Ingin Figur Pemimpin Selain Jokowi dan Prabowo

    Prabowo menuturkan, dalam momentum Hari Pahlawan tahun ini, masyarakat harus ingat bahwa Indonesia adalah bangsa pejuang serta bangsa yang memiliki banyak pahlawan.

    “Kita pun harus menghormati nilai-nilai kemerdekaan yang telah dijunjung tinggi para pahlawan itu,” ujar Prabowo. Nilai-nilai kepahlawanan yang dimaksud Prabowo yang perlu didorong saat ini oleh generasi penerus, seperti nilai cinta Tanah Air, nilai cinta rakyat, nilai kejujuran, serta nilai menegakkan kebenaran dan keadilan.

    “Juga nilai rame ing gawe sepi ing pamrih (banyak bekerja tanpa mengharapkan balas budi),” ujar Prabowo.

    Baca juga: Elektabilitas Turun, Prabowo Tetap Didukung Jadi Capres 2019

    Prabowo pun meminta pesan-pesan pahlawan untuk selalu menjaga Tanah Air dapat diimplementasikan generasi saat ini. “Jadi pertahankan tiap jengkal tanah pekarangan kita,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.