Elektabilitas Turun, Prabowo Tetap Didukung Jadi Capres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjadi narasumber dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, 21 Oktober 2017. Acara ini diadakan sebagai wadah diskusi publik mengenai hubungan dan kebijakan Indonesia dengan dunia internasional yang dilihat dari berbagai aspek. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjadi narasumber dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, 21 Oktober 2017. Acara ini diadakan sebagai wadah diskusi publik mengenai hubungan dan kebijakan Indonesia dengan dunia internasional yang dilihat dari berbagai aspek. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Hasil survei PolMark Indonesia menyatakan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengalami penurunan sebesar 5,3 persen dibandingkan perolehan suara pada pemilihan presiden 2014 lalu. Jika sebelumnya pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 26,3 persen suara, PolMark mencatat elektabilitas Prabowo hanya sebesar 21 persen jika pilpres diadakan hari ini.

    Kendati begitu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya tetap berkukuh mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: Begini Kata Prabowo saat Ditanya Soal 3 Tahun Jokowi-JK

    "Semua survei kami hargai, tapi pemilu baru akan berlangsung 17 April 2019 sehingga waktu masih cukup," kata Muzani seusai acara diskusi publik "Tiga Tahun Jokowi-JK dan calon penantang Jokowi 2019: Laporan Survei Nasional" di Restoran Batik Kuring, Jakarta pada Ahad, 22 Oktober 2017.

    Muzani mengatakan dalam rentang waktu dua tahun mendatang Gerindra terus melakukan penguatan kelembagaan. Dia menyampaikan, seluruh kader Gerindra telah bersepakat meminta Prabowo untuk maju lagi pada kontestasi pilpres 2019.

    "Terakhir di forum konferensi nasional hari Rabu tanggal 18 Oktober kemarin, (kader) meminta kesediaan beliau agar bersedia menjadi calon presiden," kata Muzani.

    Muzani tak menyanggah ketua umumnya sudah mengisyaratkan untuk maju lagi dalam pilpres 2019. Prabowo, seperti dikisahkan Muzani, mengatakan bersedia dicalonkan kembali jika hal itu dipandang sebagai upaya untuk menyelamatkan masa depan bangsa.

    "Beliau mengatakan, jika jabatan itu dimaksudkan untuk menyelamatkan masa depan bangsa, menyelamatkan kedaulatan negara, mengangkat harkat negara dan bangsa, maka silakan saudara memajukan saya sebagai presiden," kata Muzani menirukan Prabowo.

    Baca juga: Prabowo: Demokrasi Indonesia dalam Keadaan Rawan

    Muzani melanjutkan, mereka kembali mendukung Prabowo Subianto sebab yakin masyarakat masih berharap pada sosok capres 2014 itu. Elektabilitas Prabowo bahkan lebih tinggi dari elektabilitas Gerindra, yang menurut PolMark sebesar 7,1 persen. Tugas mereka saat ini, kata Muzani, adalah meningkatkan elektabilitas Prabowo dan partai.

    "Ya itu kerja kami di lapangan, bagaimana meyakinkan pada rakyat bahwa ini adalah pilihan politiknya," ujar Muzani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.