Jokowi Hadiri KTT APEC di Vietnam dan KTT ASEAN di Filipina

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertolak ke Vietnam dan Filipina, Jumat, 10 November 2017. Lawatan ke dua negara tersebut untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2017 dan KTT ASEAN ke-31.

    "Saya dan rombongan hari ini akan bertolak ke Da Nang, Vietnam, yang akan dilanjutkan ke Manila, Filipina," kata Jokowi di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 10 November 2017.

    Baca juga: Hari Pahlawan, Jokowi Menamai Pesawat N219 dengan Nurtanio

    Di Da Nang, Jokowi bakal menghadiri KTT APEC 2017, yang berlangsung pada 10-11 November 2017. Di KTT yang mengambil tema “Creating New Dynamism, Fostering a Shared Future” tersebut, Jokowi mengatakan ada lima hal yang bakal diperjuangkan Indonesia.

    Pertama, terkait dengan development goals, Indonesia ingin menghilangkan hambatan nontarif bagi produk-produk Indonesia yang berkontribusi pada pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan. Kedua, Indonesia ingin berupaya mempersempit kesenjangan ekonomi dan menciptakan inklusivitas. "Yang ketiga, pembangunan infrastruktur. Dan keempat mengedepankan maritime base policy," ujar Jokowi.

    Baca juga: Politikus Demokrat Sebut AHY Bisa Naikkan Elektabilitas Jokowi

    Setelah menghadiri KTT APEC, Jokowi langsung menuju Manila untuk menghadiri KTT ASEAN ke-31, yang berlangsung pada 10-14 November 2017. Indonesia, kata Jokowi, akan mengusung upaya peningkatan kerja sama antar-anggota ASEAN serta antara ASEAN dan negara-negara mitra. "Kami berharap kunjungan ini akan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Jokowi.

    Infografis: Kapal Selam Nagapasa dan Kekuatan Militer Bawah laut Indonesia di Asia Pasifik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.