Pesan Panglima TNI Jenderal Gatot di Hari Pahlawan 10 November

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Yonkav 7 Sersus Cijantung Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Yonkav 7 Sersus Cijantung Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memiliki pesan khusus menjelang hari pahlawan 10 November 2017 yang jatuh hari ini. Dia mengatakan sebagai Bangsa Indonesia kita harus mencontoh pahlawan.

    "Mari kita mencontoh pahlawan. Pahlawan kita bekerja tanpa lelah," ujar Gatot kepada wartawan di Aula Gatot Subroto Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Kamis, 9 November 2017.

    Menurut Gatot, hal yang perlu dicontoh dari pahlawan Indonesia adalah sikap berjuang tanpa memandang status. Dia mengatakan pahlawan berjuang tidak memandang aspek perbedaan. "Semua berjuang untuk memberikan anak cucunya ya kita ini untuk hidup menikmati kemerdekaan yg diberikan atas perjuangan pahlawan," katanya.

    Baca juga: Menjelang Hari Pahlawan, RI Resmi Punya 173 Pahlawan Nasional

    Gatot mengatakan pahlawan juga berjuang tanpa memandang perbedaan antar sesama. Menurut dia, saat berjuang dahulu, pahlawan tidak melihat agama, suku, warna kulit, serta darimana mereka berasal. "Jadi mari bersatu, jangan saling menghina, mencaci maki, tetapi kita bersatu membangun bangsa ini, seperti pahlawan kita," ucapnya.

    Saat ditanya awak media apa yang akan dilakukan saat hari pahlawan besok, Gatot Nurmantyo mengatakan pada hari pahlawan besok akan berziarah ke makam pahlawan. "Ziarah saja ke makam pahlawan," katanya.

    Baca juga: TGKH Abdul Madjid Pahlawan, Bendera Raksasa Berkibar di Lombok

    Menjelang hari pahlawan, di Istana Negara, Presiden Joko Widodo alias Jokowi secara resmi memberikan gelar pahlawan nasional terhadap empat figur sejarah hari ini, Kamis, 9 November 2017. Mereka adalah Almarhum Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Laksamana Malahayati, Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Lafran Pane.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.