Senin, 20 Agustus 2018

Menteri Lukman: Kami Tidak Terdampak Putusan MK Soal Kolom Agama

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peluncuran Al Quran terjemahan bahasa daerah dan Ensiklopedia pemuka agama nusantara di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Dwi Herlambang (magang)

    Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peluncuran Al Quran terjemahan bahasa daerah dan Ensiklopedia pemuka agama nusantara di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Dwi Herlambang (magang)

    TEMPO.CO, Solo - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kementeriannya tidak terdampak oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan atas Pasal 61 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan yang mewajibkan mengisi kolom agama di kartu tanda penduduk. Dengan keputusan itu, para penganut kepercayaan bisa mencantumkan aliran kepercayaan di kolom agama saat membuat KTP.

    Menteri Lukman mengatakan, untuk penganut kepercayaan bukan termasuk bidangnya. "Penganut kepercayaan bukan di bidang kami," ujarnya saat ditemui di sela acara akad nikah Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di Solo, Rabut, 8 November 2017.

    Baca: MK Putuskan Aliran Kepercayaan Masuk Kolom Agama KTP

    Menurut dia, penganut kepercayaan menjadi tugas dan kewajiban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Dan, di sana sudah ada direktorat yang menangani masalah itu," katanya.

    Meski demikian, dia mengatakan Kementerian Agama tetap akan melakukan kajian terkait dampak dari putusan tersebut. "Salah satu yang harus dikaji adalah masalah pelajaran agama, termasuk gurunya," katanya.

    Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Agama belum memiliki data mengenai jumlah ataupun penganut aliran kepercayaan di Indonesia. Ia pun berjanji akan segera berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mengkaji putusan MK tersebut.

    Baca: Setelah Putusan MK, Pemerintah Data Ulang Agama Lokal

    Gugatan ke MK diajukan oleh empat penganut kepercayaan yaitu Ngaay Mehang Tana (penganut kepercayaan Komunitas Marapu), Pagar Demanra Sirait (penganut Paralim), Arnol Purba (penganut Ugamo Bangsa Batak), dan Carlim (penganut Sapto Darmo).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.