Rabu, 23 Mei 2018

Berapa Banyak Dosen Anut Radikalismel? Kata Kemendikti....

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekolah Umum Lebih Rawan Penyebaran Paham Radikal

    Sekolah Umum Lebih Rawan Penyebaran Paham Radikal

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Didin Wahidin mengatakan kementeriannya belum memiliki data ihwal dosen yang memiliki kecenderungan menganut paham radikal atau radikalisme

    "Terus terang saja kami belum memiliki data itu," kata Didin dalam acara rilis survei "Potensi Radikalisme di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa" di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.

    BACA:Menhub Ingatkan Mahasiswa Rentan Terkena Virus Radikalisme

    Didin menjelaskan, selama ini pengawasan terhadap dosen berjalan berdasarkan adanya pelaporan. Proses identifikasi biasanya bersifat struktural, yakni dari atasan terhadap bawahan. Didin mengklaim pihaknya memiliki serangkaian proses menangani dosen yang terindikasi menganut paham radikal.

    "Kami akan melakukan pembinaan secara persuasif, kemudian preventif. Kami coba dekati. Tapi yang nyata-nyata (radikalisme) itu sudah saya coret," ujarnya.

    BACA: Wahid Foundation: Lebih 60 Persen Aktivis Rohis Siap Jihad

    Pertanyaan ihwal pengawasan dosen ini mencuat seiring dengan tingginya potensi radikalisme di kalangan mahasiswa. Hasil survei Alvara Research Center dan Mata Air Foundation menyimpulkan penetrasi ajaran intoleransi dan radikalisme telah masuk di kalangan mahasiswa. Penetrasi  radikalisme ini semakin kuat ketika mahasiswa mengikuti kajian-kajian di kampus.

    Survei mencatat 23,5 persen mahasiswa setuju negara Islam perlu diperjuangkan untuk penerapan ajaran Islam secara kafah. Selain itu, sebanyak 23,4 persen mahasiswa menyatakan siap berjihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.