Gempa Ambon, BNPB Masih Melakukan Pendataan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Maluku City Mall di Kota Ambon pasca diguncang lima kali dengan kekuatan 5,6 skala richter. Foto: Dok BNPB

    Kondisi Maluku City Mall di Kota Ambon pasca diguncang lima kali dengan kekuatan 5,6 skala richter. Foto: Dok BNPB

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap gempa terjadi di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Ia mengatakan pendataan terus dilakukan karena masih banyak informasi hoax terkait gempa tersebut.

    “Masih didata, banyak sekali hoax,” kata Sutopo kepada Tempo ketika dihubugi pada Rabu, 1 November 2017.

    Baca: Gempa Ambon Susulan 4,2 SR Terjadi pada Rabu Dinihari

    Kota Ambon sebelumnya diguncang lima kali gempa beruntun. Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa pertama berkekuatan 5,7 skala richter dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 km dan terletak 50 km dari barat daya Kota Ambon. Gempa terjadi sekitar pukul 18.31 WIT pada Selasa, 31 Oktober 2017.

    Gempa kedua berkekuatan 5,6 skala richter dengan pusat gempa di laut di kedalaman 40 km dan 47 km barat daya Kota Ambon. Kemudian gempa ketiga berkekuatan 6,2 skala richter dengan pusat gempa di laut di kedalaman 10 km dan 38 km barat daya Kota Ambon sekitar pukul 18.50 WIT.

    Setelah itu, selang 9 menit, gempa keempat dengan kekuatan 5,2 SR di kedalaman 17 km di 45 kilometer barat daya Kota Ambon terjadi pukul 18.59 WIT. Guncangan gempa terakhir tercatat berkekuatan 5,6 skala richter dan terjadi di kedalaman 10 km dan terletak di 37 km barat daya Ambon.

    Baca juga: Gempa Bumi Beruntun di Ambon, Berikut Data Kerusakannya

    BNPB, kata Sutopo, sudah menyampaikan informasi bahwa gempa yang terjadi di Kota Ambon itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, banyak warga yang tinggal di wilayah pantai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan bukit karena beredarnya isu hoax akan terjadinya tsunami.

    Warga yang kemarin mengungsi, saat ini telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat kabar gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. “Semua sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Sutopo.

    Dari laporan BNPB, gempa ini menyebabkan beberapa bangunan mengalami keretakan dan plafon atap yang jatuh. Belum ada laporan adanya korban jiwa dan luka dalam peristiwa ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.