Jika Aris Budiman Dikembalikan ke Polri, Ini Langkah Tito

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 29 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 29 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengemukakan jawabannya saat ditanya adanya kemungkinan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman dikembalikan ke Korps Bhayangkara. Kemungkinan ini muncul setelah pimpinan KPK menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh Aris.

    "Tentu Polri akan memanfaatkan anggotanya yang baik," ujar Tito saat dihubungi Tempo pada Rabu, 25 Oktober 2017.

    Baca: Tito Karnavian: Aris Budiman Tanpa Cacat dan Berintegritas

    Tito mengatakan institusinya memiliki catatan sendiri mengenai Aris Budiman. "Selama ini dia (Aris Budiman) di Polri tanpa cacat dan sangat berintegritas," kata dia.

    Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan Aris Budiman dinyatakan bersalah oleh Dewan Pertimbangan Pegawai KPK atas kehadirannya dalam rapat panitia khusus hak angket KPK. Ia hadir dalam rapat tersebut meski tak mendapatkan izin dari pimpinan KPK. Dalam rapat itu, Aris juga mengungkap mengenai permasalahan internal KPK.

    Baca: KPK Nyatakan Aris Budiman Bersalah, Sanksi Belum Diputuskan

    "Rekomendasinya, dari 10 anggota DPP, delapan anggota menyatakan ia bersalah dan dua lainnya menyatakan tak bersalah. Berat!" kata Agus. Lima pimpinan KPK pun sedang membahas sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Aris.

    Namun menurut Agus, keputusan tak bisa diambil dengan mudah. Selain kesibukan kelima pemimpin, perbedaan pendapat antar-komisioner membuat proses pengambilan keputusan alot. "Menyatukan lima individu itu tidak mudah," ujarnya.

    Infografik: Pelontar Granat Buatan Bulgaria yang Diimpor Polri

    Tim pengawas internal telah memeriksa Aris Budiman sejak September lalu. Aris diduga melakukan pelanggaran etik atas langkahnya menghadiri rapat pansus hak angket KPK.

    Baca juga:Inilah Tiga Penyebab Ide Densus Antikorupsi Bikin Gaduh

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.