Rumah Terduga Teroris di Ponorogo Digeledah Densus, Ayahnya Kaget

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Gegana dan TNI membawa kotak barang bukti yang disita saat penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Bandung, 15 Agustus 2017.  Terduga teroris diduga mempersiapkan rangkaian bom untuk  sasaran Markas Brimbo dan Istana Negara.  TEMPO/Prima Mulia

    Anggota Gegana dan TNI membawa kotak barang bukti yang disita saat penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Bandung, 15 Agustus 2017. Terduga teroris diduga mempersiapkan rangkaian bom untuk sasaran Markas Brimbo dan Istana Negara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Ponorogo – Keluarga Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir, 31 tahun, terduga teroris yang ditangkap di Jalan Raya Ponorogo – Pacitan wilayah Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengaku kaget dengan kedatangan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di kediamannya.  

    “Kaget, ada apa. Saya tidak tahu sama sekali (maksud kedatangan Tim Densus 88),’’ kata Supriyadi, ayah Hendrasti, Selasa sore, 24 Oktober 2017.

    Supriyadi berujar tidak mengetahui keterkaitan Hendrasti dengan jaringan teroris. Menurut dia  selama ini anak sulung dari tiga bersaudara itu tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. “Dia (Hendrasti) bekerja membuat tower (seluler). Dia aktif di KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Pemuda Muhammadiyah) dan tidak pernah terlibat kegiatan lain,’’ ujar Supriyadi.

    Baca: Terduga Teroris Riau Berencana Serang Kantor Polisi di Pekanbaru

    Supriyadi enggan menjelaskan lebih jauh tentang Hendrasti dengan alasan masih bingung dengan kedatangan tim Detasemen Khusus 88 yang menggeledah kediamannya di Jalan Rahayu, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, Selasa siang. “Saya masih judheg (bingung). Saya masih perlu istirahat, mohon maaf,’’ ucap dia.

    Sejumlah warga Desa Balong mengenal Hendrasti sebagai sosok yang taat beribadah. Selama ini, tidak ada hal mencurigakan yang ditunjukkan pemuda itu. “Kalau bergaul, biasa-biasa saja. Tapi sering pergi dan baru kelihatan di rumah dua hari ini,’’ kata tetangga Hendrasti yang tidak bersedia namanya ditulis.

    Simak: Dalam Tempo 6 Jam, Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris

    Setelah ditangkap di salah satu swalayan, Hendrasti langsung dibawa ke Markas Komando Satuan Brigade Mobil Detasemen C Pelopor di Kota Madiun untuk diperiksa lebih lanjut. Hingga petang, Tim Densus 88 Antiteror tidak menunjukkan tanda-tanda hendak membawa keluar Hendrasti.

    Hendrasti disebut sebagai anggota salah satu grup di aplikasi  Telegram, yang berisi anggota pendukung daulah, serta warga negara Indonesia yang bergabung dengan kelompok ISIS Bahrun Naim. Pria itu diduga mengetahui rencana serangan teror di depan Istana Negara pada Oktober 2016 silam.

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Baca juga:Inilah Tiga Penyebab Ide Densus Antikorupsi Bikin Gaduh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.