Kepolisian Akan Gelar Operasi Pengamanan Pilkada 2018

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan pemblokiran aplikasi Telegram oleh pemerintah sebagai respon lantaran pihaknya tidak diberi akses untuk memantau pergerakan terduga teroris yang menggunakan aplikasi tersebut. Jakarta, 17 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan pemblokiran aplikasi Telegram oleh pemerintah sebagai respon lantaran pihaknya tidak diberi akses untuk memantau pergerakan terduga teroris yang menggunakan aplikasi tersebut. Jakarta, 17 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian akan menggelar operasi pengamanan guna menyambut pemilihan kepala daerah atau pilkada 2018. Tito mengaku sudah mengingatkan semua kepala satuan wilayah (kasatwil) dan jajarannya segera bergerak.

    "Mereka (kasatwil) saya ingatkan untuk membuat rencana kerja (pengamanan) di setiap wilayah," ujar Tito di auditorium PTIK, Jakarta Selatan, pada Kamis, 19 Oktober 2017.

    Baca: Kapolri Imbau Anggota yang Maju Pilkada Segera Mengundurkan Diri

    Menurut Tito, operasi pengamanan tersebut akan dipimpin Kapolda dan Kapolres masing-masing. Selain itu, polisi akan bekerja sama dengan stakeholder terkait dengan agenda pemilihan, seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan jajaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

    "Juga pemerintah daerah dan aparat keamanan," kata Tito. Ia juga memerintahkan anggotanya membangun hubungan dengan tokoh agama di masyarakat guna mendukung pilkada yang kondusif.

    Baca: Menjelang Pilkada 2018, Baresrim Tingkatkan Patroli Siber

    Kepolisian telah memetakan daerah yang menyelenggarakan pilkada dan membutuhkan atensi dari aparat keamanan. Daerah tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Disusul Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua," tutur Tito.

    Daerah-daerah tersebut disebut Tito akan menjadi perhatian utamanya. "Yang cukup rawan segera bisa kami berikan back-up," ujarnya. Ia pun berharap dalam pilkada 2018 tidak akan timbul konflik yang panjang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.