3 Anggota Brimob Tewas, Mabes Polri Evaluasi Penggunaan Senjata

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 02-peris-rikwanto

    02-peris-rikwanto

    TEMPO.CO, Palembang - Markas Besar Kepolisian RI akan mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan anggotanya di seluruh Indonesia. Hal itu akan dilakukan menyusul terjadinya insiden penembakan tiga anggota Brimob di tempat penambangan Sarana Gas Trembul, Blora, Jawa Tengah, Selasa, 10 Oktober 2017.

    "Setiap ada kejadian pasti kami evaluasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto di kampus Universitas Islam Negari Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Baca: Begini Kronologi Penembakan 3 Anggota Brimob di Blora

    Tiga anggota Brimob yang menjadi korban dalam penembakan di lokasi penambangan di Blora itu adalah Brigadir Budi Wibowo, 30 tahun, Brigadir Ahmad Supriyanto (35) dan Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Di lokasi penembakan ditemukan senjata api tipe AK101.

    Sebelumnya, pada Senin, 9 Oktober 2017, Brigadir Dua Azan Fikri ditemukan tewas di dalam mobilnya di Tunggal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin. Terdapat luka tembak di bagian kepala anggota Kepolisian Resor Musi Banyuasin tersebut, dan tangan kanannya masih memegang pistol. Ia diduga bunuh diri.

    Rikwanto menuturkan, pihaknya akan mengevaluasi penyalahgunaan senjata yang dilakukan personel Polri baik perwira maupun bintara. Itu dilakukan untuk perbaikan intitusinya.

    Baca juga: Jenis Senjata Ini yang Menewaskan 3 Anggota Brimob di Blora

    Ia juga menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memerintahkan Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono melakukan penyidikan tewasnya tiga anggota Brimob di Blora. Saat ini, kata Rikwanto, kepolisian sedang mendalami penyebab terjadinya penembakan tersebut.

    Terkait dengan penugasan anggota Brimob di lokasi penambangan Sarana Gas Trembul, Blora, Jawa Tengah, Rikwanto menjelaskan bahwa hal itu memang diperbolehkan. "Polisi diperbolehkan untuk menjaga sekitar tambang karena dalam rangka menjaga keamanan," ujar Rikwanto.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian enggan berkomentar soal penembakan tiga anggota Brimob saat ditemui setelah menjadi pembicara di acara Kongres ke-4 BEM/DEMA PTAI se-Indonesia di kampus Universitas Islam Negari Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 11 Oktober 2017. Ia meminta awak media bertanya kepada Brigjen Rikwanto. "Sata tidak ingin berkomentar yang lain. Kalau (ada pertanyaan) yang lain, silakan ke Pak Rikwanto," kata Tito.

    Baca juga: Presiden Jokowi, Ternyata Inilah Pemicu Heboh Senjata Brimob


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.