Polisi Bunuh Diri Karena Pihak Calon Istri Batalkan Pertunangan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    Palembang--Kepolisian Resor Banyuasin, Musi Banyuasin dan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan masih mendalami penyebab kematian seorang polisi, Brigadir Dua AF. Barang bukti berupa senjata api dan kendaraaan telah diamankan.

    "Dugaan awal, korban memiliki persoalan pribadi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Ajun Komisaris Besar Slamet Widodo, Selasa, 10 Oktober 2017.

    Baca: Mabes Polri Beberkan Penyebab Banyaknya Polisi Bunuh Diri

    Menurut Slamet  polisi masih meneliti senjata yang diduga dipakai AF untuk menghabisi nyawanya sendiri. Senjata itu masih diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumatera Selatan. "Ini bukan persoalan kedinasan," ujarnya.

    Sebelumnya Bripda AF ditemukan tewas setelah diduga menembak kepalanya sendiri, Senin kemarin, 9 Oktober 2017. Almarhum ditemukan di dalam mobilnya, Honda Mobilio warna hitam bernomor polisi BG-1652-JF, di Dusun IV, Rawa Bening, Desa Tri Tunggal, Kecamatan Tungkal Ilir, Banyuasin. Lokasi penemuan mayat tak tak jauh dari kediaman calon istrinya.

    Simak: Anggota Brimob Diduga Bunuh Diri, Polisi Turunkan Tim Psikolog

    Saat ditemukan AF dalam kondisi kepala berlumuran darah. Berdasarkan keterangan beberapa sumber, korban diduga menghabisi nyawanya sendiri karena memiliki persoalan pribadi dengan calon istrinya.  Salah satunya indikasinya ialah status di akun Facebook AF yang mengungkapkan rasa kecewa.

    Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara membenarkan Bripda AF merupakan anggota polisi yang berdinas di Polres Musi Banyuasin. Dari pemeriksaan awal, kata Zulkarnain, korban diketahui sengaja bunuh diri.

    Motifnya karena pihak keluarga dari calon istrinya membatalkan pertunangan mereka. "Sudah persiapan menikah tetapi dibatalkan dari pihak keluarga perempuan," ujar Zulkarnain.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.