Minggu, 22 September 2019

Mabes Polri Beberkan Penyebab Banyaknya Polisi Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Banten, Brigjen Polisi Boy Rafli Amar, Senin siang mengunjungi korban salah tangkap sekaligus korban penembakan oknum polisi tim Buser Polsek Carita, Pandeglang, yakni Yudistira Akhmad. TEMPO/Darma Wijaya

    Kapolda Banten, Brigjen Polisi Boy Rafli Amar, Senin siang mengunjungi korban salah tangkap sekaligus korban penembakan oknum polisi tim Buser Polsek Carita, Pandeglang, yakni Yudistira Akhmad. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Boy Raffli Amar, menjelaskan penyebab maraknya polisi yang bunuh diri. Menurut dia, manusia mempunyai batas dan ada orang-orang yang tidak mampu menahan tekanan psikologis dan psikis. "Akhirnya cari jalan pintas," ujarnya di kantornya, Selasa, 11 Oktober 2016.

    Boy melanjutkan, Polri menyesalkan maraknya kasus bunuh diri yang dilakukan anggotanya. Apalagi, kata dia, pada 2016 ada 16 kasus polisi yang bunuh diri. Menurut Boy, kasus bunuh diri juga disebabkan beberapa hal, yakni sakit, tersinggung, asmara, minuman keras, dan utang-piutang. "Sebagian kecil akibat beban pekerjaan," ujarnya.

    Baca: Polisi Bunuh Diri karena Utang, Polda Jateng Perbaiki Tes Kejiwaan

    Polri, ucap Boy, akan melakukan evaluasi internal terhadap anggotanya. Setelah dievaluasi, para anggota akan melakukan konseling. Konseling merupakan cara untuk memantau anggotanya dengan tujuan pembinaan psikologi. "Kami juga akan memperketat faktor kejiwaan saat perekrutan polisi," ujarnya.

    Pada 7 Oktober 2016, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian meminta Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri untuk melakukan penelitian terkait dengan fenomena bunuh diri di kalangan polisi. Tito penasaran dengan penyebab bunuh diri ini berkaitan dengan satu akar masalah, seperti kesejahteraan atau alasan lain yang berbeda-beda. Kalau terjadi hanya satu kasus, lanjut dia, merupakan hal yang wajar karena ada 430 ribu anggota polisi di Indonesia.

    Menurut Tito, jika sudah ada hasil dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, dan ditemukan masalah yang berbeda-beda, dia akan meminta pimpinan polisi mengelola serta membina anggotanya. "Tapi kalau akarnya semua sama, misalnya masalah kesejahteraan, tentu kami akan tingkatkan kesejahteraan," katanya lagi.

    Baca: Polisi Bunuh Diri Karena Utang, Gubernur Ganjar Ingat Bapak

    Dia pun memberi contoh, pengadaan perumahan bagi anggota polisi melalui mekanisme anggaran pendapatan dan belanja negara atau daerah. Bisa juga melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). "Atau bekerja sama dengan komando militer membangun perumahan dengan harga yang sangat minimal," kata Tito.

    Sebelumnya, Kepala Polsek Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Inspektur Dua Nyariman, ditemukan gantung diri di ruang kerjanya, Rabu, 5 Oktober 2016. Dia diduga putus asa karena beban melunasi utang.

    AMMY HETHARIA | HUSSEIN ABRI DONGORAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe