Kalla: Khofifah Sudah Lapor Presiden untuk Maju Pilgub Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla: Banyak Menteri Tak Capai Target

    Jusuf Kalla: Banyak Menteri Tak Capai Target

    TEMPO.CO, Jakarta--Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sudah melapor kepada Presiden Joko Widodo untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Namun, kata Kalla, kepastian maju-tidaknya Khofifah tergantung pilihannya sendiri berdasarkan dukungan partai.

    "Dia sudah lapor, tapi tentu bagi saya, Khofifah sendiri bagaimana baiknya," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 26 September 2017.

    Baca: Golkar Hampir Final Usung Khofifah Jadi Calon Gubernur Jawa Timur

    Khofifah memang disebut-sebut bakal maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Partai yang telah menyatakan siap mengusung Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu ialah Golkar dan NasDem . Namun hingga kini belum ada deklarasi pencalonan Khofifah. Kalla sendiri menyatakan tak tahu apakah dukungan partai untuk Khofifah sudah mencukupi atau belum.

    Di sisi lain, jika betul maju dalam Pilgub Jawa Timur, posisi pengganti Khofifah sebagai Menteri Sosial akan diketetahui pada Oktober mendatang. Sebab, Oktober adalah jadwal penutupan pendaftaran Pilgub 2018.

    Simak: Gus Ipul Siap Bersaing dengan Khofifah di Pilkada Jawa Timur

    Karena itu, jadwal reshuffle pun bisa dipastikan Oktober. "Ya harus Oktober. Kan tidak boleh menteri sambil mencalonkan jadi gubernur. Tidak boleh kan, harus keluar," ujar Kalla.

    Sejumlah nama disebut-sebut akan maju dalam Pilgub Jawa Timur. Selain Khofifah, nama lain yang digadang-gadang adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang telah mendapat dukungan dari PKB, serta Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattaliti.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.